Haruskah Mengadakan Walimah Aqiqah?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pertanyaan: Bagaimanakah pelaksanaan aqiqah yang syar’i, benarkah harus dibuatkan acara seperti pernikahan dengan alasan pengumuman kelahiran?

Jawaban:

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِه تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” [HR. Abu Daud dari Samurah bin Jundub radhiyallahu’anhu, Shahihul Jami’: 4184]

Beberapa permasalahan dan ketentuan hewan yang disembelih:

1. Aqiqah disyari’atkan atas orang tua sebagai bentuk syukur kepada Allah ta’ala atas kelahiran bayi.

2. Kriteria hewan adalah sama seperti hewan kurban.

3. Untuk laki-laki dua ekor kambing yang semisal, dan untuk perempuan satu ekor kambing.

4. Daging hewan aqiqah bisa dimakan sebagiannya oleh keluarga dan sebagiannya lagi disedekahkan kepada fakir miskin atau dihadiahkan kepada kerabat dan tetangga, dalam keadaan mentah maupun masak, ataupun mengundang kaum muslimin untuk makan bersama.

5. Tidak disyari’atkan membuat acara seperti pernikahan dengan alasan pengumuman kelahiran. Akan tetapi tidak dilarang jika diadakan jamuan makan bersama dengan mengundang kaum muslimin di rumah orang tua si anak yang diaqiqahi.

6. Jika belum mampu pada hari ketujuh maka boleh insya Allah ta’ala dilakukan kapan saja ketika mampu.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Pos ini dipublikasikan di Faidah & Tanya Jawab Ringkas untuk Group BlackBerry, Fiqh, Tanya Jawab dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Haruskah Mengadakan Walimah Aqiqah?

  1. endang berkata:

    Bgmna kalau kambing betina utk anak wanita saya?

  2. mohd rais berkata:

    Salam. Alhamdulillah, pencerahan yang baik. cuma satu persoalan, adakah masih dianggap aqiqah walau dh berlalu hari ke-7? Ada yang berpandangan, sudah tidak dikira aqiqah lagi selepas hari ke-7 sebab dalil yang sahih dari Nabi adalah hari ke-7 seperti hadis di atas. Mohon pencerahan.

    • nasihatonline berkata:

      BismiLlaah. Pendapat yang kami anggap lebih kuat adalah boleh kapan saja jika tidak mampu pada hari ketujuh, sebab tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa hari ketujuh adalah syarat ataupun rukun dalam aqiqah, yang ada adalah menunjukkan lebih utamanya pada hari ketujuh. WaLlaahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s