Jama’ah Tabligh Mengajarkan Syirik dan Bid’ah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Di bawah ini adalah sebuah kisah dari sekian banyak kisah yang mengandung ajaran syirik dan bid’ah yang disebarkan oleh Jama’ah Tabligh, terdapat dalam sebuah kitab yang sering dibawa oleh jama’ah ini dari satu masjid ke masjid lainnya, yaitu kitab Fadhail Al-A’mal, disebutkan pada halaman 484:

“Dari Syaikh Waliullah yang berkata dalam kitab Qaulul Jamil: “Ayah saya telah berkata bahwa ketika saya baru belajar suluk, dalam satu nafas dianjurkan supaya membaca Laa ilaaha illallah sebanyak dua ratus kali,”

Syaikh Abu Yazid Qurtubhi berkata: “Saya mendengar bahwa barang-siapa membaca kalimat Laa ilaaha illallah sebanyak 70.000 kali, ia akan terbebas dari api neraka. Setelah mendengar hal itu, saya membaca untuk istri saya sesuai dengan nishab[1] tersebut. Tidak lupa, saya juga membaca untuk nishab diri saya sendiri.

Di dekat saya, tinggal seorang pemuda yang terkenal sebagai ahli kasyaf.[2] Dia juga kasyaf tentang surga dan neraka. Namun saya agak meragukan kebenarannya. Pada suatu ketika, pemuda tersebut ikut makan bersama kami. Tiba-tiba ia berkata dan meminta kepada saya sambil berteriak, katanya: “Ibu saya masuk neraka, dan telah saya saksikan keadaannya.”

Karena melihat kegelisahan pemuda tersebut, saya berpikir untuk membacakan baginya satu nishab bacaan saya untuk menyelamatkan ibunya, di samping juga untuk mengetahui kebenaran mengenai kasyaf-nya. Maka, saya membacanya sebanyak 70.000 kali sebagai nishab yang saya baca untuk diri saya itu, guna saya hadiahkan kepada ibunya. Saya meyakini dalam hati bahwa ibunya pasti selamat. Tidak ada yang mendengar niat saya ini kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Setelah beberapa waktu, pemuda tersebut berteriak, “Wahai paman, wahai paman, ibu saya telah bebas dari api neraka.”

Dari pengalaman itu, saya memperoleh dua manfaat: Pertama, saya menjadi yakin tentang keutamaan membaca Laa ilaaha illallah sebanyak 70.000 kali, karena sudah terbukti kebenarannya. Kedua, saya menjadi yakin bahwa pemuda tersebut benar-benar seorang ahli kasyaf.”[3]

Bahaya Besar dalam Kisah Ini:

  1. Perbuatan Syirik kepada Allah Rabbul ‘alamin

Kesyirikan dalam kisah di atas adalah klaim mengetahui ilmu ghaib yang mereka namakan kasyaf, bahkan dapat mengetahui keadaan seseorang apakah masuk surga atau neraka, padahal telah dimaklumi bersama bahwa hal itu termasuk perkara ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ

“Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”.” [An-Naml: 65]

Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan dalam Tafsir-nya:

يقول تعالى آمرًا رسوله صلى الله عليه وسلم أن يقول معلمًا لجميع الخلق: أنه لا يعلم أحد من أهل السموات والأرض الغيب. وقوله: { إِلا اللَّهَ } استثناء منقطع، أي: لا يعلم أحد ذلك إلا الله، عز وجل، فإنه المنفرد بذلك وحده، لا شريك له، كما قال: { وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ } الآية [الأنعام: 59]، وقال: { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنزلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ } [لقمان: 34]، والآيات في هذا كثيرة

“Allah ta’ala berfirman seraya memerintahkan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengajarkan kepada seluruh makhluk, bahwasannya tidak ada satupun penduduk langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib. Dan firman Allah ta’ala, “(Tidak ada penduduk langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib) keuali Allah” adalah sebuah pengecualian yang terputus, yaitu bermakna: Tidak ada satupun yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah ‘azza wa jalla, sesungguhnya Dia esa dalam perkara ilmu tentang yang ghaib, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” [Al-An’am: 59]

Dan juga firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنزلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Luqman: 34]

Dan ayat-ayat tentang ini masih banyak.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/207]

Dari penjelasan di atas maka jelaslah bahwa ilmu tentang perkara ghaib adalah suatu kekhususan bagi Allah ta’ala, sehingga jika ada makhluk yang mengklaim mengetahui perkara ghaib berarti dia telah menyamakan dirinya dengan Allah ta’ala.

Demikian pula apabila seseorang meyakini ada selain Allah ta’ala yang mengetahui perkara ghaib berarti dia telah menyamakan Allah ta’ala dengan orang tersebut. Inilah hakikat kesyirikan, yaitu menyamakan Allah ta’ala dalam perkara yang merupakan kekhususan bagi Allah ta’ala.

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menghukumi kafir terhadap orang yang mempercayai ucapan dukun dan peramal tentang perkara ghaib yang akan terjadi di masa depan, sebagaimana dalam sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam:

من أتى عرافًا أو كاهنًا، فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu dia membenarkan ucapannya, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu’alaihi wa sallam-.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Albani dalam Shahih At-Targhib, no. 3047]

Adapun sebagian perkara ghaib yang disampaikan oleh para Rasul -baik Rasul dari kalangan manusia maupun malaikat yang diutus untuk menyampaikan wahyu- maka itu bukanlah suatu ilmu yang dapat mereka ketahui sendiri melainkan itu adalah ilmu yang Allah ta’ala wahyukan kepada mereka, sebagaimana firman-Nya:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ

“(Dia adalah Allah) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridai-Nya” [Al-Jin: 26-27]

Jadi, sebagian ilmu ghaib yang diketahui oleh makhluk adalah kekhususan bagi sebagian makhluk saja, yaitu para Rasul, bukan manusia biasa. Itupun mereka dapatkan melalui wahyu, bukan karena suatu amalan khusus, seperti dzikir tertentu dengan jumlah tertentu dan cara tertentu sebagaimana dalam kisah Jama’ah Tabligh di atas.

Sehingga para Rasul tidak mengetahui perkara ghaib kecuali yang telah Allah ta’ala wahyukan kepada mereka, maka kita tidak boleh meyakini para Rasul mengetahui perkara ghaib sebagaimana Allah ta’ala mengetahuinya. Bahkan Rasul yang paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam secara khusus diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk mengabarkan kepada manusia bahwa beliau tidak mengetahui perkara ghaib, sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.” [Al-A’rof: 188]

Inilah salah satu bentuk kesyirikan yang diajarkan oleh Jama’ah Tabligh. Dan diantara bahaya perbuatan syirik adalah menghapuskan seluruh kebaikan yang pernah diamalkan oleh pelakunya, sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu menyekutukan Allah, niscaya terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az-Zumar: 65]

Maka melalui tulisan ini kami nasihatkan kepada Jama’ah Tabligh secara khusus dan kaum muslimin secara umum untuk meninggalkan jama’ah yang mengajarkan kesyirikan ini dan berhati-hati darinya.

Adapun bahaya syirik lainnya dan bentuk-bentuknya dapat dilihat dalam artikel berikut:

  1. Perbuatan Bid’ah dalam Agama

Ulama seluruhnya sepakat[4] bahwa ibadah tidak dianggap syah apabila tidak memenuhi dua syarat:

Pertama: Ikhlas karena Allah ta’ala.

Kedua: Meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Penjelasan syarat  syahnya ibadah lebih detail dapat dilihat pada artikel:

Maka tidak cukup dalam ibadah hanya dengan modal ikhlas saja, tetapi harus disertai dengan peneladanan terhadap Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Sehingga apabila seseorang beribadah kepada Allah ta’ala dengan niat yang ikhlas namun tidak meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam maka tidak diterima amalannya, sebagaimana sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini apa yang tidak berasal darinya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Juga sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Inilah bahaya perbuatan bid’ah dalam agama, yaitu tertolaknya amalan bid’ah karena tidak meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Sangat mengherankan, Jama’ah Tabligh yang katanya mau meneladani dakwah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum, ternyata dakwah mereka sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan teladan para sahabat radhiyallahu’anhum.

Dalam kisah di atas, terdapat beberapa bentuk bid’ah:

1)     Membaca Laa ilaaha illallah dalam satu nafas.

2)     Menentukan jumlah dzikir 200 kali.

3)     Menentukan jumlah dzikir 70.000 kali.

4)   Berdzikir untuk orang lain (sebagai hadiah), baik yang masih hidup maupun sudah mati.

5)   Menetapkan keyakinan dan amalan tanpa berdasarkan dalil, tetapi melalui kasyaf yang syirik.

Ini semuanya bid’ah, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum.

Adapun bahaya perbuatan bid’ah dapat dilihat pada artikel Peringatan dari Bahaya Bid’ah.

Link: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/08/01/peringatan-dari-bahaya-bid’ah/

Jika amalan terhapus karena syirik dan tertolak karena bid’ah, maka apa yang bisa diharapkan dari jama’ah yang mengajarkan syirik dan bid’ah ini!?

Demikianlah, apabila dakwah tidak dilandasi dengan ilmu maka kerusakannya lebih besar dibanding kebaikannya, bahkan yang lebih parah lagi, ketika mereka berbuat kerusakan mereka anggap sedang melakukan perbaikan. 

Semoga pembahasan ringkas ini dapat menjadi renungan bagi Jama’ah Tabligh dan seluruh kaum muslimin.

Wallahul Muwaffiq.


[1] Nishab artinya bahagian

[2] Ahli kasyaf adalah seseorang yang mampu melihat segala hal ghaib, karena hijab telah diangkat darinya. Begitulah anggapan mereka, namun hakekatnya semua itu adalah bohong belaka.

[3] Kisah dan catatan kaki dinukil melalui perantara sebuah tulisan yang berjudul Kitab Fadha`il Al-A’mal dalam Timbangan As-Sunnah karya Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi hafizhahullah di majalah Asy-Syari’ah.

[4] Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, hal. 115 pada syarah hadits kelima.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Aqidah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

117 Balasan ke Jama’ah Tabligh Mengajarkan Syirik dan Bid’ah

  1. Abdullaah berkata:

    Bismillaah.

    Kutipan Syaikh Utsaimin rahimahullah : “Diantara adab para dai yang wajib untuk mereka jalankan, adalah tolong menolong diantara mereka. Dan tidak selayaknya mereka berkeinginan agar ucapannya saja yang diterima dan harus didahulukan dari pada orang lain. Tapi semestinya keinginan seorang dai adalah agar dakwah (kebenaran), diterima baik lewat dirinya atau orang lain. Selama keinginan anda adalah tegaknya agama Allah (di muka bumi) maka jangan anda perdulikan darimana kebenaran itu kan menyebar, apakah dari anda atau yang lainnya.

    Memang benar bahwa seseorang berkeinginan agar kebaikan itu berada ditangannya, tapi tidak boleh dia membenci kalau seandainya kebaikan itu juga ada ditangan orang lain. Yang wajib baginya adalah agar agama Allah tegak darimana saja datangnya. Jika seorang dai telah membangun pemikirannya di atas kaidah ini, maka dia akan membantu saudaranya dalam berdakwah di jalan Allah meskipun manusia lebih banyak condong kepada orang lain dari pada dirinya.”

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Walhamdulillah, diantara bentuk pertolongan yang besar dan wajib adalah mengingatkan kesalahan para da’i tersebut, apalagi jika kesalahannya adalah pelanggaran besar terhadap hak Allah ta’ala yaitu kesyirikan yang dapat menghapus amalan mereka. Sehingga dengan adanya peringatan itu -insya Allah ta’ala- mereka benar-benar menjadi da’i ke pintu-pintu surga bukan ke pintu-pintu neraka. Wallahul Musta’an.

      • Gunadi an berkata:

        tapi penjelasan anda tidak terbukti dalam praktek sehari-hari jamaah tabligh. Saya tahu betul amalan-amalan orang ketika keluar bersama jamaah tabligh. Sepertinya anda hanya mengambil dari isi kitab fadhail amal aja. Mestinya anda tabayyun dulu ke orang yang pernah ikut bersama mereka(jamaah tabligh). Mengapa anda tidak mengamalkan ayat yang menyuruh umat islam jika ada satu berita itu mesti dicek dulu kebenarannya?… Kebanyakan orang2 yang menganggap jamaah tabligh mengajarkan kesyirikan dan kebidahan itu mengambil pendapat dari orang (katanya dan katanya) sedangkan pendapat orang bisa diterima juga bisa ditolak, kecuali yang diucapkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam itu ucapannya wajib diterima.
        Terakhir saya minta kepada anda untuk membuktikan dimana jamaah tabligh mengajarkan kesyirikan? Wassalam.

      • nasihatonline berkata:

        Bismillah, semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepadaku dan kepadamu,

        Pertama, Ketahuilah, dalam tulisan ini yang kami nasihati adalah yang diamalkan oleh JT dalam bentuk tulisan yang mereka sebarkan dan dalam keyakinan mereka, bukan apa yang mereka amalkan sehari-hari dalam bentuk perkataan dan perbuatan.

        Dan yang namanya amalan itu tidak selamanya dalam bentuk perkataan dan perbuatan, bisa juga dalam bentuk tulisan dan keyakinan, terlebih tulisan tersebut telah mereka sebarkan dalam sebuah buku yang dicetak dan disebarkan.

        Maka tulisan ini sudah jelas membuktikan tulisan dan keyakinan JT yang tertuang dalam kitab mereka sendiri, bukan kitab orang lain. Kecuali kalau saya hanya mengutip dari kitab lain bukan dari kitab JT sendiri maka ketika itu saya tidak memiliki bukti yang kuat.

        Kedua, Ucapan Anda, “Parah banget penjelasannya… Jauh dari ukhuwah islamiyyah.” maka sesungguhnya ukhuwah yang sejati adalah menyelamatkan kaum muslimin dari adzab Allah ta’ala, inilah yang mendasari tulisan ini, agar kalian meninggalkan kesesatan kalian sehingga kalian semangat dari adzab Allah ta’ala, insya Allah ta’ala.

        Adapun yang membiarkan Anda dalam kesesatan, tanpa ada usaha untuk mengingatkan kesesatan Anda yang sudah sangat jauh, bahkan berusaha untuk selalu memberikan pembenaran kepada Anda dengan alasan “Ukhuwah” maka sungguh itu bukan ukhuwah yang sejati, melainkan musuh yang hakiki.

  2. Ping-balik: JAMA’AH TABLIGH, Mengajarkan Syirik dan Bid’ah « Di Antara Jalan Kebaikan

  3. Hanung COkro berkata:

    Akhi…apakah ini sudah di tanyakan ke para pimpinan dan anggota JT…tolong sebelum antum sebarkan ini berita tolong tabayyun dulu…takut timbul fitnah…syukur2 antum coba diskusi dg mereka…tanpa harus keluar statement di blog ini yg bisa di akses oleh semua orang…

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      1. Tidak setiap berita membutuhkan tabayun. Berita yang membutuhkan tabayun adalah jika disampaikan oleh orang fasik dan masih meragukan. Kalau yang menyampaikan kepada kita adalah orang yang terpercaya maka tidak diharuskan tabayun, apalagi kalau berita tersebut terdapat dalam kitab mereka (yakni Fadhail Al-A’mal), maka berita tentang adanya ajaran tersebut berarti sudah memiliki bukti yang sangat kuat karena terdapat dalam kitab mereka sendiri, bukan dari kitab orang lain.

      2. Tidak ada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mengharuskan kita tabayun dulu kepada kelompok sesat sebelum mengkritik mereka, tapi apabila telah jelas hal itu adalah kesesatan maka wajib bagi kita untuk mengingatkan umat akan bahayanya. Dan tidak sedikit, orang yang berniat tabayun kepada kelompok sesat -padahal sudah jelas ajaran-ajaran mereka sesat- malah pada akhirnya terpengaruh dengan syubhat-syubhat mereka dan membenarkan kesesatan mereka. Oleh karena itu cukup bagi kita dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tanpa harus tabayun ke kelompok sesat tersebut.

      3. Bahkan yang ana lakukan lebih dari tabayun, yaitu ikut bergabung bersama mereka kurang lebih 3 tahun lamanya, dan ana lihat sendiri dengan mata kepala kisah tersebut memang ada dalam kitab Fadhail Al-A’mal dan masih banyak penyimpangan lainnya. Wallahu A’lam.

      Adapun fatwa ulama Ahlus Sunnah tentang kesesatan Jama’ah Tabligh, IM dan Hizbut Tahrir silakan dilihat dalam artikel FATWA-FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH TENTANG KELOMPOK-KELOMPOK ISLAM KONTEMPORER
      Link: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/09/24/fatwa-fatwa-ulama-ahlus-sunnah-tentang-kelompok-kelompok-islam-kontemporer/

      Allahu yahdiyk.

      • Abu Abdillah berkata:

        alangkah baiknya kalau kita berdiskusi dengan teman2 jemaah tabligh agar kita tdk menyebarkan sebuah fitnah yg ujung2nya membawa kita ke neraka. karna belum tentu apa yg kita simpulkan itu benar. afwan.

      • nasihatonline berkata:

        Bismillah. Alhamdulillah sudah kami sampaikan nasihat langsung kepada JT yang kami temui, dan ummat Islam juga perlu tahu penyimpangan mereka agar bisa waspada dan berhati-hati. Oleh karena itu perlu kita ingatkan kepada seluruh kaum muslimin akan penyimpangan-penyimpangan yang ada pada JT.

        Adapun perkataan Anda, “agar kita tdk menyebarkan sebuah fitnah,” maka saya minta kepada Anda untuk mennjukkan bagian mana yang merupakan fitnah?

        Dan perkataan Anda, “belum tentu apa yg kita simpulkan itu benar” maka saya kembali bertanya kepada Anda: Bagian mana yang menurut Anda belum tentu benar?

        Pembahasan di atas jelas berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta keterangan ulama bahwa yang ada dalam buku JT itu adalah syirik dan bid’ah, maka sepatutnya seorang muslim tunduk sepenuhnya dengan ucapan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam, meragukan kebenarannya adalah kekafiran kepada Allah ta’ala. Hadaanillahu wa iyyakum.

      • Abu Taimiyyah Arif berkata:

        Mantap ustadz, jadi ingat kisah Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma dlm hadits jibril yg mentahdzhir Qadariyyah tanpa “tabayyun dulu”, namun menjwb sesuai pertanyaan. Wallahu a’lam.

      • Abdullah berkata:

        Hahahahahaaaaaa,.. Pinter ngeles aja,.. Semoga ga dihapus coment ane,.
        *Kl dihapu, bener2 pengecut ente..
        *Kl ditampilkan, Alhamdulillah anda berjiwa pemberani dan besar hati

        Kemaren pas kita lagi khuruj 3 hari ada anggota rombongan yg bawa buku TRILOGI kesesatan salafi wahaby yg lg best seller belakangan ini,.. Trus di mesjid kita itikaf tu ada ustad salafinya,. Begitu ngelihat tuh buku,. apa yg dia bilang,.. “Antum harus Tabayun dulu, jangan asal baca dan langsung percaya,..????”

        Ngapain tabayun..???
        1.Tidak setiap berita membutuhkan tabayun.
        2. Tidak ada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mengharuskan kita tabayun dulu kepada kelompok sesat sebelum mengkritik mereka,. Coz Ulama sedunia yg kritik,. dalil dan bukti kuat bro..
        3. Yg nulis tu buku tu buku ga sekedar tabayun,. tapi dah neliti dan terjun bertahun2 memahami salafi wahabi,..

        wallahuallam,. Afwan (^^)

      • nasihatonline berkata:

        Bismillah walhamdulillah. Nampaknya Anda belum paham apa arti dan tujuan tabayyun. Ketahuilah tabayyun itu bermakna mencari kejelasan atas sebuah berita, tujuannya agar kita tidak menuduh seseorang atas sesuatu yang tidak dia lakukan. Sekarang sudah ada bukti bahwa bid’ah dan syirik JT itu benar-benar tertera dalam buku mereka, apa perlu tabayyun lagi untuk meminta penjelasan apa benar kesesatan tersebut ada dalam kitab kalian?!

        Kalau Anda masih ragu silakan periksa info dari Abu Hudzaifah hafizhahullah dalam buku: “Fadhail Amal”:
        Penerbit : Ash-Shaf
        Cet.1, Dzulhijjah 1426/Januari 2006
        Pada Halaman 274-276 Hadist ke-17
        Fadhilah Dzikir- Kitab ketiga
        Bab II : Keutamaan Kalimat Thayyiba…

        Adapun tuduhan-tuduhan dusta terhadap dakwah salafiyah dalam buku trilogi tersebut telah kami jawab dan masih akan berlanjut insya Allah, dalam buku SALAFI, ANTARA TUDUHAN DAN KENYATAAN.

      • Gunadi an berkata:

        Parah banget penjelasannya..!. Jauh dari ukhuwah islamiyyah…..

      • sata berkata:

        Bismillah…
        Penulis ini bener, bagaimana mungkin kami sebagai pendengar bisa mengetahui apa yg di dakwahkan oleh para JT sementara mereka tidak ada wadah untuk tanya jawab. saya hampir tiap hari mendengarkan cerramah para JT tapi banyak sekali yang diluar dari hadist dan melenceng dari ajaran Al-quran.
        Cepetlah belajar kembali dari Al-quran.

    • ABU SALMAN berkata:

      ya…ana juga mantan jama’ah tabligh malang, selama kurang lebih 3 tahun ana dalam kungkungan kesesatan JT. Isi kitab mereka seperti pembahasan diatas memang ada, karena saya dulu sering disuruh membaca setiap khuruj. dan Alhamdulillah telah banyak dibahas oleh Ustadz-ustadz Salafiyyun Indonesia utk membahas kesesatan JT. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita.

  4. abu 'aisyah berkata:

    Imam Asy Syafi’iy –rahimahullah– berkata :
    “Jika seorang hamba menghadap Allah dengan segenap dosa kecuali syirik jauh lebih baik (lebih ringan dosanya, ed.) daripada ia menghadap Allah membawa sesuatu berupa hawa nafsu (bid’ah).”
    (Syarhus Sunnah halaman 124, disandarkan kepada Al Baihaqy dalam I’tiqad 158)

    Disalin dari buku “Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah” halaman 45.

  5. Pak'e Aslam berkata:

    Bismillah,
    Alhamdulillah artikel dan nasehat yang bagus ustadz.
    jazakumulah khairan wa Barakallahufiikum.

  6. abu ibrohim berkata:

    Bismillah
    SubhanAllah!
    artikel seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat awam agar tidak terjebak dalam kesesatan jama’ah tabligh dan kelompok2 sesat lainnya.
    semoga Allah menjaga antum dan para asatidz lainnya yang memperjuangkan dakwah ahlussunnah. salam dari ana untuk ustadz khotib abu najm dan yang lainnya.

    ditunggu artikel2 yang bermanfaat lainnya ustadz!

    Barakallahu fiikum.

  7. abu ibrohim berkata:

    afwan, ana izin kopas tulisan ustadz ke blog ana ya

  8. Tahuddin hasibuan berkata:

    syukron ya ustadz

  9. yaden berkata:

    kcian amat c ente ktinggaln zaman.. blajar lagi gih….! mf bro!

  10. mohammed berkata:

    Marilah kita tegakkan Sunnah & hancurkan Bid’ah!!

  11. Ping-balik: Jama’ah tabligh mengajarkan syirik dan bid’ah « nashiihaty

  12. Abdullah berkata:

    Bagaimana Pula bid’ah yang dilakukan oleh si Abdullah bin abdul Wahhab, yang mewajibkan pengikutnya untuk hijrah ke najd. sementara setelah futul Makkah tidak ada lagi hijrah kata Rasulullah [shallallahu'alaihi wa sallam, admin]. sementara daerah najd telah dinyatakan oleh rasulullah [shallallahu'alaihi wa sallam, admin] tempat munculnya dua tanduk setan?

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      1. Andaikan benar apa yang Anda katakan, maka bid’ah tersebut tidak lebih berat dari kesyirikan yang ada pada jama’ah tabligh.

      2. Kalau Anda jujur, silakan datangkan bukti ilmiah atas tuduhan mewajibkan hijrah. Tidak lain ini hanyalah salah satu dusta dari sekian banyak dusta ahli bid’ah untuk memadamkan cahaya sunnah. Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sendiri telah membantah kedustaan ini di masa hidup beliu:

      “Adapun kedustaan dan fitnah, adalah seperti ucapan mereka bahwa kami mengkafirkan semuanya, kami mewajibkan hijrah kepada kami bagi orang yang mampu menampakkan agama di daerahnya, kami mengkafirkan siapa yang tidak mengkafirkan dan tidak ikut berperang, dan masih banyak lagi kedustaan mereka, kami tegaskan ini semua dusta dan fitnah, yang mereka inginkan hanyalah menghalangi manusia dari dakwah kepada agama Allah dan Rasul-Nya yang kami serukan.” [Lihat Majmu’ Muallafah Asy-Syaikh, 3/11, sebagaimana dalam Da’awa Al-Munawiin, hal. 221]

      • Atsar berkata:

        ==> Abdullah, Apakah hati anda akan semakin di keras kan dengan jawaban dari admin di atas??Naluri anda luar biasa energinya, mencari2 kelemahan dari sisi manapun dan parahnya itu anda menganggap itu sebuah kebenaran yg akan anda hantamkan kepada siapa saja selama hati anda di penuhi hawa nafsu.SAYA DULU SEPERTI ITU .HATI SAYA DI PENUHI HAWA NAFSU YG DI KENDALIKAN AKAL.
        Anda membawa sebuah pertanyaan yg jelas kedustaan nya dan bukan malah anda dengan rendah hati mencari tahu APA ITU DAN APA INI BENAR??Dengan pertanyan semacam itu Sudah Jelas Anda mengikuti hawa nafsu!!!!!
        Saya pribadi dengan ikhlas sekiranya saya mengetahui dan mengenal M Ilyas —– saya berusaha bermakmun dengan beliau tepat di belakangnya —- karena saya masih menghromati beliau.Saya pribadi sampai sekarang tidak pernah membenci pribaadi2 M. Ilyas dan JT umumnya melainkan saya mengingkari pemikran2 dan amalan2 yg menentang sunnah. Beda dengan kalian, sampai kapan pun kalian yg di penuhi kedengkian terhadap WAHABY akan mencela dari sisi manapun baik pribadi syaik Abdul wahab maupun kitab2 nya.KAMI MEMBENCI AMALAN2 KALIAN YG MENYELISIHI KARENA ALLAH ta’ala sedangkan kalian membenci salafi dari semua sisi karena HAWA NAFSU
        Kita Salafiyun tidak meragukan lagi integritas kalian terhadap SUNNAH akan tetapi kalian mencampurinya dengan hal2 yg justru bertentangan dengan Quran dan Sunnah , juga dengan yg lainya.Salafy tidak pernah merasa benar sendiri akan tetapi ada sesuatu yg menyimpang pada umat ini.Hanya ustadz2 salafy yg dengan tegas mengatakan ini menyimpang itu menyimpang tentunya dengan quran dan hadis di tambah jujur dan amanah.
        Sebaik2 beraqidah adalah Meningkatkan amal dan takwa di barengi dengan manjaga aqidah dari penyimpangan2.
        Saya (sebagai mahluk sosial) berterima kasih kepada yg pertama IM dan yg terakhirahir kepada JT yg mengenalkan agama ini DAN ALHAMDULILLAH , ALLAH MEMPERTEMUKAN SAYA DENGAN REKAN2 DI SALAFIY YG MENGAJARKAN SYARIAT2 INI DENGAN SEBAIK-BAIK NYA MENUJU PERBAIKAN IBADAH.Bukan banyak ibadah yg di kejar akan tetapi kualitas ibadah yg paling penting!!!!!Artinya Beribadah IKHLAS karena Allah dan mengikuti petunjuk Nabi klop sudah dengan syahadatt kita ASYAHADULLAHILLAHAILLALLAH WAASHADUANNAMUHAMMADARASULULLAH.
        Mhn maaf jika ada kata2 yg menyingung perasaan yg itu bukan maksud hati saya

    • nasihatonline berkata:

      3. Adapun makna hadits tanduk setan muncul di Najd juga telah kami jawab dalam buku SALAFI, ANTARA TUDUHAN DAN KENYATAAN:

      Pertama: Ulama berbeda pendapat tentang Najd yang dimaksud, dan Al-Lajnah Ad-Daimah dengan jujur –sesuai amanah ilmiah- mengakui bahwa zhahir hadits mencakup Najd Saudi dan seluruh kawasan arah timur Madinah . Walaupun sebenarnya ada riwayat-riwayat lain yang menafsirkan hadits tersebut bahwa yang dimaksud adalah Najd Iraq. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah ketika menjelaskan makna hadits, “Beliau menunjuk ke arah timur Madinah”, beliau menyebutkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma bahwa timur yang dimaksudkan adalah Iraq. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Salim bin Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhum, beliau berkata:

      يَا أَهْلَ الْعِرَاقِ مَا أَسْأَلَكُمْ عَنِ الصَّغِيرَةِ وَأَرْكَبَكُمْ لِلْكَبِيرَةِ سَمِعْتُ أَبِى عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ الْفِتْنَةَ تَجِىءُ مِنْ هَا هُنَا » وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ « مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ » وَأَنْتُمْ يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

      “Wahai penduduk Iraq, kalian sangat berlebihan dengan bertanya tentang dosa kecil, padahal kalian melakukan dosa besar, aku telah mendengar bapakku Abdullah bin Umar berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya fitnah datang dari sana,” seraya beliau menunjuk dengan tangannya ke arah timur, “Dari tempat munculnya dua tanduk setan,” sedang kalian saling memenggal satu dengan yang lainnya.” [HR. Muslim]

      Ad-Dawadi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Najd adalah pinggiran Irak.”

      Al-‘Allamah Muhammad Syamsul Haq Al-‘Azhim Abadi rahimahullah berkata, “Najd adalah nama bagi setiap tempat di negeri-negeri Arab yang meninggi, mulai dari Tihamah sampai ke Iraq.”
      Bagi yang memperhatikan sejarah, fitnah-fitnah yang muncul di Iraq lebih banyak dibanding di Najd Saudi. Seperti fitnah nabi palsu Al-Mukhtar, pembunuhan Al-Husain radhiyallahu’anhu, keluarnya Khawarij, pemberontakan Ibnul Asy’ats, pembunuhan yang dilakukan Al-Hajjaj bin Yusuf, munculnya Jahmiyyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan lain-lain.

      Kedua: Sebenarnya yang menjadi inti masalah bukan keberadaan Najd di Saudi atau di Iraq. Tetapi yang menjadi masalah adalah fitnah-fitnah, yaitu penyimpangan-penyimpangan yang bertentangan dengan ajaran Islam, kesyirikan dan bid’ah. Andaikan Najd masih dicerca karena adanya Musailimah Al-Kadzdzab walaupun fitnahnya telah berakhir, maka Yaman juga layak dicerca karena adanya Al-Aswad Al-Ansi, yang juga nabi palsu. Sehingga Madinah tidak pernah dicerca karena adanya orang-orang Yahudi yang dulu tinggal di sana, demikian pula Makkah tidak dicerca dengan adanya orang-orang yang dahulu mendustakan dan memusuhi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam .

      Dan tentunya sangat tidak adil –bagi orang yang berakal sehat-, jika Musailimah dan Sajah berasal dari Najd, lalu setiap orang yang berasal dari sana kita tuduh sebagai biang fitnah. Olehnya, ketika orang-orang Al-Azhar Mesir mengatakan, “Musailimah Al-Kadzdzab adalah orang terbaik di Najd kalian.” Maka dijawab oleh Asy-Syaikh Abdul Lathif Aalusy Syaikh rahimahullah, “Dan Fir’aun yang terlaknat adalah pemimpin Mesir kalian”, mereka pun hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab.

      Walhamdulillah, para penentang dakwah salafiyah tidak menemukan penyimpangan dalam dakwah yang penuh berkah ini kecuali tuduhan-tuduhan dusta dan kesalahpahaman. Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah berkata ketika membantah kedustaan Al-Ghumari, “Tuduhan mereka hanyalah kedustaan dan dosa yang nyata, karena sifat-sifat jelek yang dituduhkan kepada pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sama sekali tidak terdapat dalam diri mereka, adanya pada selain mereka (yakni Khawarij), Allah Ta’ala berfirman:

      وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

      “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” [Al-Ahzab: 58]

      Para ulama Islam telah bersaksi bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mendakwahkan tauhid, memperbaharui kembali dan mengajak kepada Islam. Mereka juga mengakui ilmu, keutamaan dan petunjuknya.”

      Ketiga: Sangkaan Idahram (pada hal. 158), bahwa yang dimaksud Najd dalam hadits ini hanya ada satu daerah yang bernama Najd dalam peta. Inilah bukti kebodohan dan kesombongannya yang tidak mau membaca syarah para ulama, dengan bekal ilmu yang sangat minim dia berani berbicara tentang hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia.
      Pembaca yang budiman, perhatikan kembali penjelasan Al-‘Allamah Muhammad Syamsul Haq Al-‘Azhim Abadi rahimahullah dalam ‘Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud, beliau berkata , “Najd adalah nama bagi setiap tempat di negeri-negeri Arab yang meninggi, mulai dari Tihamah sampai ke Iraq.”

      Asy-Syaikh Hakim Muhammad Asyraf rahimahullah telah menulis risalah khusus yang dicetak oleh Akademi Hadits Pakistan, yang beliau beri judul, Akmalul Bayan fi Syarhi Hadits Najd Qarn Asy-Syaithon, yang artinya, “Keterangan paling lengkap dalam penjelasan hadits Najd tanduk setan”. Dalam risalah ini beliau mengumpulkan keterangan-keterangan ulama ahli hadits, ahli bahasa dan geografi. Beliau memberikan kesimpulan atas data-data yang berhasil beliau himpun:

      “Ulama pensyarah hadits, para ahli bahasa dan geografi Arab semuanya sepakat, bahwa Najd (yang dimaksud dalam hadits) bukanlah nama khusus bagi suatu negeri, bukan pula bagi negeri tertentu, tetapi yang dimaksud adalah setiap bagian bumi yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya.”

  13. Cak Nur berkata:

    Catatan tulisan ini: Tentang perkara gaib:
    Benar bahwa tdk ada yg tahu perkara gaib kecuali Allah SWT. Dan Rasul as jg tdk mengetahui kcl yg diwahyukan kpd mereka.

    Namun, pemahaman ini tdk berarti bahwa tidak akan ada satupun kemungkinan manusia biasa yang diberi karunia kemampuan oleh Allah SWT untuk mengetahui thd perkara2 ini (gaib). Jd, sangat keliru–menurut ana–jk kita katakan secara FINAL bahwa setiap orang yang mengatakan mengetahui perkara2 tertentu yg gaib, lantas kita katakan dusta dan melakukan syirik.

    Karena kenyataan yg ada, banyak banyak kita jumpai manusia yang diberi kelebihan oleh Allah SWT tentang perkara gaib, bahkan ada yg dimiliki sejak lahir tanpa adanya kesengajaan dan usaha dari ybs atau orang lain, juga bkn khawariqul adah yang dipelajari. Dan ini saya kira adalah perkara yang cukup sering kita jumpai, di mana-mana. Rasanya orang yang berakal tidak akan mengingkari adanya kenyataan ini, dmn memang terdapat sebagian dr org2 yg diberi karunia tertentu oleh Allah SWT dan memiliki kemampuan utk mengetahu sebagian perkara yg gaib. “Dan Allah SWT memberikan karunia-Nya kpd siapa yang Dia kehendaki”.

    Dan tidak berarti bahwa seseorang yang mengetahui hal-hal tersebut pasti seorang dukun atau peramal. Ini kesalahan menyamakan seuatu kpd sesuatu yang lain yg sejatinya belum tentu sama. Seperti contoh, kita kenal dgn istilah orang-orang indigo.

    Tdk semua org2 “indigo” ini adalah dukun yng mempraktekan kegiatan2 perdukunan; eks meramal dst. Orang2 ini, tanpa melakukan apapun, terkadang dia bisa melihat mahluk gaib spt jin misalnya, bisa melihat kejadian apa yg akan terjadi (dan terbukti benar). Pdhl mrk tdk belajar sihir dan seringkali itu didapat sejak mereka bayi. Ini yg harus dipahami, shg kita tdk salah menghukumi sesuatu dgn hukum sesuatu yg lain, yg sejatinya tdk sama.

    Soal Bid’ah, saya terus terang sependapat dgn penulis dmn amaliayh2 tsb terdapat unsur bid’ah. Namun demikian, nasehat terbaik adalah nasehat disampaikan dgn perkataan yang lemah lembut dan penuh cinta, seumpama seorang yang demikian khawatir jk saudaranya terjerumus dalam jurang. Bukan perkataan yang “menyerang”, menjudge/menghakimi, menyalahkan dst, seperti yg terlihat dr tulisan ini.

    Bukankah Allah SWT telah memerintahkan seorang hamba yg jauh lebih baik daripada Anda (Musa as) agar menyampaikan nasehat kpd orang yang jauh lebih buruk dari saudara anda (Jamaah Tabligh), dengan perkataaan yang lemah lembut? Karena, cara anda menasehati yg demikian ini, hanya akan memecah belah rasa ukhuwwah, menumbuhkan kebencian thd kebaikan (nasehat) itu sendiri, dan mengeraskan hati anda dengan permusuhan.

    Ketahuilah, bahwa anda tdk diperintahkan utk menjadi hakim bagi sesama manusia. Tp, justru al-Quran banyak memrintahkan kita (saya, mereka dan anda) semua utk mjd da’i yg menyeru manusia dgn hikmah dan nasehat yg baik. Hal terburuk yg paling tdk saya bisa terima dari salafi adlh kebengisan hati-hati mrk thd saudaranya sesama muslim. Bukan menasehati sbgmn Musa as, tp justru mengbarkan rasa kebencian dan permusuhan.

    Anda mungkin akan mengelak dr soal ini. Tapi, sungguh apa yg disampaikan dgn hati akan dapat diterima oleh hati. Jika ketus hati anda saat menasehati, mk ketus pula yg ditangkap oleh mad’u. Jk dgn kelembutan dan kasih sayang anda menasehati manusia, mk kelembutan dan kasihsayang yg akan mereka tangkap dr kesan thd anda. Dan kesan kebnayakan org thd salafi adlh kesan bengis dan kesan suka menghakimi manusia.

    Itu saja nasehat saya. Sungguh saya benyak belajar fiqh ibadah dan akidah dari teman2 salafi dan saya banyak bersahabat dgn mrk. Namun, alhamdulillah hal itu tdk membuat hati saya tertutup dr kesalahan mereka. Saya banyak bergaul dan bersahabat dgn ikhwah dr JT dan melihat banyak keterbatasan2 mrk (trtm dlm hal ilmu2 fiqh, hadits dst), namun alhamdulillah hal itu tdk membut hati saya tertutup dr melihat keikhlasan dan ketulusan serta kasih sayang mereka dalam mendakwah’i manusia ke jalan Allah SWT.
    wallahu a’lam

    • nasihatonline berkata:

      Bismillah walhamdulillah.

      Anda mengatakan, “Benar bahwa tdk ada yg tahu perkara gaib kecuali Allah SWT. Dan Rasul as jg tdk mengetahui kcl yg diwahyukan kpd mereka. Namun, pemahaman ini tdk berarti bahwa tidak akan ada satupun kemungkinan manusia biasa yang diberi karunia kemampuan oleh Allah SWT untuk mengetahui thd perkara2 ini (gaib).

      Juga Anda mengatakan, Karena kenyataan yg ada, banyak banyak kita jumpai manusia yang diberi kelebihan oleh Allah SWT tentang perkara gaib.

      Tanggapan: Saya minta sesuatu yang sederhana saja; Silakan datangkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta keterangan para sahabat yang mendukung ucapan Anda.

      Bahkan Allah ta’ala telah mengingkari adanya makhluk yang mengetahui perkara ghaib selain Nabi dan Rasul yang diberi wahyu, sebagaimana firman-Nya:

      قُل لاَّ يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ

      “Katakanlah, Tidak ada penduduk langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” [An-Naml: 65]

      Perhatikan kembali penjelasan ayat ini oleh Ulama Mufassir dari mazhab Syafi’i, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dan bandingkan dengan pernyataan Anda:

      Dan firman Allah ta’ala, “(Tidak ada penduduk langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib) keuali Allah” adalah sebuah pengecualian yang terputus, yaitu bermakna: Tidak ada satupun yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah ‘azza wa jalla, sesungguhnya Dia esa dalam perkara ilmu tentang yang ghaib, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya:

      وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ

      “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” [Al-An’am: 59]

      Dan juga firman-Nya:

      إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنزلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

      “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Luqman: 34]

      Dan ayat-ayat tentang ini masih banyak.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/207]

    • nasihatonline berkata:

      Anda mengatakan, “terkadang dia bisa melihat mahluk gaib spt jin misalnya”.

      Tanggapan: Jin dalam bentuk aslinya tidak bisa dilihat oleh manusia, Allah ta’ala berfirman,

      إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

      “Seseungguhnya dia [iblis] dan bangsanya [jin] bisa melihat kalian dari arah yang kalian tidak bisa melihat mereka.” [Al-A'rof: 27]

    • nasihatonline berkata:

      Anda mengatakan, Soal Bid’ah, saya terus terang sependapat dgn penulis dmn amaliayh2 tsb terdapat unsur bid’ah. Namun demikian, nasehat terbaik adalah nasehat disampaikan dgn perkataan yang lemah lembut dan penuh cinta, seumpama seorang yang demikian khawatir jk saudaranya terjerumus dalam jurang. Bukan perkataan yang “menyerang”, menjudge/menghakimi, menyalahkan dst, seperti yg terlihat dr tulisan ini.

      Bukankah Allah SWT telah memerintahkan seorang hamba yg jauh lebih baik daripada Anda (Musa as) agar menyampaikan nasehat kpd orang yang jauh lebih buruk dari saudara anda (Jamaah Tabligh), dengan perkataaan yang lemah lembut? Karena, cara anda menasehati yg demikian ini, hanya akan memecah belah rasa ukhuwwah, menumbuhkan kebencian thd kebaikan (nasehat) itu sendiri, dan mengeraskan hati anda dengan permusuhan.

      Ketahuilah, bahwa anda tdk diperintahkan utk menjadi hakim bagi sesama manusia. Tp, justru al-Quran banyak memrintahkan kita (saya, mereka dan anda) semua utk mjd da’i yg menyeru manusia dgn hikmah dan nasehat yg baik. Hal terburuk yg paling tdk saya bisa terima dari salafi adlh kebengisan hati-hati mrk thd saudaranya sesama muslim. Bukan menasehati sbgmn Musa as, tp justru mengbarkan rasa kebencian dan permusuhan.

      Anda mungkin akan mengelak dr soal ini. Tapi, sungguh apa yg disampaikan dgn hati akan dapat diterima oleh hati. Jika ketus hati anda saat menasehati, mk ketus pula yg ditangkap oleh mad’u. Jk dgn kelembutan dan kasih sayang anda menasehati manusia, mk kelembutan dan kasihsayang yg akan mereka tangkap dr kesan thd anda. Dan kesan kebnayakan org thd salafi adlh kesan bengis dan kesan suka menghakimi manusia.

      Tanggapan:

      Pertama: Jika Anda mengatakan kami tidak berdakwah dengan lemah lembut maka tolong tunjukkan satu kalimat yang “kasar” dan “bengis” dalam tulisan di atas. Insya Allah akan kami hapus jika memang bertentangan dengan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah.

      Kedua: “Menyerang” dalam artian mengingatkan kesalahan kelompok sesat adalah sebuah kewajiban, kalau saya diam dan Anda pun diam maka bagaimana kaum muslimin akan mengetahui kesalahan mereka?!

      Jika kaum muslimin tidak tahu kesalahan mereka kemudian mengikuti mereka maka akan semakin banyak yang terjerumus dalam kesesatan, bahkan kesesatan yang sangat jauh yaitu syirik kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, memperingatkan kesesatan suatu kelompok yang Anda namakan dengan “Menyerang” hakikatnya adalah tanda cinta dan persaudaraan sejati, sebab kalau Anda benar-benar cinta kepada kaum muslimin maka tidak sepatutnya Anda biarkan mereka mengikuti jama’ah yang akan mengantarkan mereka kepada syirik dan bid’ah.

      Ketiga: Adapun “menghakimi” maka sesungguhnya metode ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah ada 2 bentuk:
      1. Menghakimi perbuatannya dan kelompoknya secara umum. Jika perbuatannya atau kelompoknya salah menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah maka tidak sepantasnya seorang muslim mengatakan itu sebagai kebenaran, tapi hendaklah dia hakimi sebagai kesalahan jika Al-Qur’an dan As-Sunnah menyatakannya sebagai kesalahan.
      2. Menghakimi individu yang ada dalam kelompok tersebut, seperti mengatakan si fulan bin fulan telah kafir karena berbuat syirik. Maka silakan lihat dengan teliti tulisan di atas tidak ada satupun penghakiman kepada individu tertentu.

      Keempat: Perkataan Anda, “Karena, cara anda menasehati yg demikian ini, hanya akan memecah belah rasa ukhuwwah, menumbuhkan kebencian thd kebaikan (nasehat) itu sendiri, dan mengeraskan hati anda dengan permusuhan.” Sebetulnya dengan adanya bid’ah dan syirik yang mereka lakukan maka ukhuwah telah mereka pecah belah, sebab persatuan dan persaudaraan yang Allah ta’ala inginkan adalah bersatu dan bersaudara di atas kebenaran bukan kebatilan. Maka memperingatkan umat dari syirik dan bid’ah hakikatnya adalah mengembalikan umat kepada persaudaraan yang hakiki dan persatuan yang sesuai syari’at. Allah ta’ala berfirman:

      وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

      “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [Ali Imron: 103]

      Perintah bersatu dan larangan berpecah belah dalam ayat ini, adalah perintah bersatu dengan tali Allah, yaitu Al-Qur’an, bukan dengan ajaran yang menyelisihi Al-Qur’an, yaitu syirik dan bid’ah. Sehingga yang menyebabkan perpecahan umat Islam justru karena munculnya berbagai bid’ah dalam agama dan mengikuti hawa nafsu, sebagaimana peringatan Allah Ta’ala:

      وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

      “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan (memecah belah) kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” [Al-An’am: 153]

      Al-Imam Mujahid rahimahullah menjelaskan maksud as-subul (jalan-jalan yang memecah belah umat) adalah, “Bid’ah-bid’ah dan syahwat-syahwat.”

      Maka yang dimaksud persatuan bukan asal ngumpul, tetapi persatuan di atas kebenaran. Andaikan kebanyakan manusia bersatu, tidak saling memusuhi, tidak saling benci, tidak saling mencela, namun mereka di atas kebatilan maka itu bukan dinamakan persatuan. Walaupun seorang diri, tapi sesuai dengan kebenaran, inilah yang dianggap persatuan menurut Islam. Sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,

      “Sesungguhnya mayoritas manusia menyelisihi al-jama’ah (persatuan), dan persatuan itu adalah apa yang sesuai dengan kebenaran walaupun engkau seorang diri.”

      Kelima: Demikianlah keadaan sebagian kaum muslimin hari ini, yang mengajak umat kepada persatuan hakiki dianggap memecah belah dan memperuncing permusuhan. Sebaliknya, yang mengajak kepada syirik dan bid’ah yang merupakan sebab perpecahan dan permusuhan kaum muslimin dianggap sebagai dakwah yang benar.

      Maka nasihat kami kepada orang yang dinasihati hendaklah belajar untuk lapang dada dalam menerima nasihat dan bahkan berterima kasih kepada orang yang menasihati, bukankah kebenaran itu harus dikatakan dan diterima meskipun pahit?!

      Sekali lagi, kalau Anda diam dan saya pun diam, maka bagaimana kaum muslimin mengetahui penyimpangan mereka?!

      Wallahul Musta’an.

    • Atsar berkata:

      @ Cak Nur :
      Fenomena tersebut memang ada di masyarakat bukan berarti kita mengiyakan, yg jadi masalah jika banyak yg mengiyakan dengan berdatangan dengan alasan : penyembuhan, masa depan dan ini itu.Bukan kah telah banyak di Quran sebutkan sebagaimana Admin ulas dengan seadil2 nya dan penuh amanah dengan tegas Hanya Allah SWT [subhanahu wa ta'ala] yg mengetahui hal-hal ghaib.Itulah Fitnah di masyrakat kita yg semata2 hanya mengalihkan focus utama ke Allah SWT dan menyimpangkan ke selain Allah SWT [subhanahu wa ta'ala]. Itu adalah pekerjaan syaithon…….Bisa jadi dia mengatakan benar dan bisa jadi dia mengatakan salah. Kalo meskipun dia benar2…benar ucapan nya maka dia membawa berita 1 kebenaran di tambahi dengan 99 kedustaan sebagaiman Nabi [shallallahu'alaihi wa sallam] ucapkan dalam hadistnya.
      Indigo sama dengan lawan terbalik dengan orang kesurupan .Indigo dalam keadaan sadar mengeksprisikan ucapan nya dan orang kesurupan mengekspresikan ucapan dalam kendali bawah sadar (tidak sadar).Itulah media syaithon untuk mengelabui umat ini. Berpegangalah dengan Kitabullah, hadist ditambah pemahaman salafussalih
      Allahuallam…..

  14. Abu Hudzaifah berkata:

    Bismillah,
    untuk..akh Hanung COkro, bisa merujuk kepada kitab mereka “Fadhail Amal”:
    Penerbit : Ash-Shaf
    Cet.1, Dzulhijjah 1426/Januari 2006
    Pada Halaman 274-276 Hadist ke-17
    Fadhilah Dzikir- Kitab ketiga
    Bab II : Keutamaan Kalimat Thayyibah……..

  15. Abu Jihad berkata:

    Bismilllah.. akhiy,. ana numpang copas yaa

    Baarokallohu fiykum

  16. cincin berkata:

    Suami saya belum lama masuk JT, baru kurang lebih 2 tahun. Alhamdulillah setelah membaca tuisan ini saya semakin mendukung suami sebagai Jamaah Tabligh…karena cara berdakwahnya tidak pernah menghujat golongan lain. Terima kasih telah membuka mata saya tentang betapa mulianya usaha dakwah JT, semakin tulisan diatas memojokan JT semakin besar dukungan yang saya berikan pada suami saya karena semakin jelas perbedaannya.

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Kalau begitu kami hanya bisa mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, karena Anda telah mendukung suami Anda untuk semakin jauh menyimpang dari jalan yang benar, apalagi setelah Anda tahu syirik dan bid’ah yang diajarkan oleh JT. Mestinya sebagai istri, Anda bantu suami Anda untuk taat kepada Allah ta’ala dan berjalan di atas jalan yang lurus, bukannya semakin Anda jerumuskan suami Anda dalam kesesatan.

      Kalaulah benar bahwa dakwah JT itu tidak menghujat namun tetap mengajarkan syirik dan bid’ah maka sungguh itu sudah merupakan kesesatan. Dan kalau sekedar tidak menghujat, maka para pendeta Nasrani, Hindu dan Budha juga bisa melakukannya, mereka tidak menghujat kelompok atau agama lain, bahkan mereka juga mengajarkan cinta kasih antara sesama, tapi bersamaan dengan itu mereka juga mengajarkan kesyirikan dan kekafiran kepada Allah ta’ala. Apakah kita juga akan membenarkan mereka karena dakwah mereka tidak menghujat dan bahkan mengajarkan cinta kasih?!

      Namun kenyataan yang sebenarnya, demi Allah, selama kurang lebih 3 tahun kami ikut JT, banyak sekali kami mendengarkan dari lisan-lisan tokoh JT; hujatan-hujatan kepada kelompok lain yang mereka anggap tidak berdakwah seperti mereka, bahkan menghujat sebagian ulama karena menurut mereka sebagian ulama tersebut memiliki ilmu tapi tidak keliling-keliling berdakwah seperti mereka, pada saat yang sama mereka ditipu oleh setan dengan menganggap mereka sudah lebih baik dari ulama karena mereka mampu meninggalkan anak istri untuk pergi berdakwah, padahal dakwahnya tanpa didasari oleh ilmu.

      Bahkan tidak jarang terjadi pemukulan oleh oknum JT kepada para penuntut ilmu yang tidak mau mengikuti dakwah mereka, seperti yang pernah diceritakan oleh Syaikh At-Tuwaijiri dalam kitab Al-Qoulul Baligh fit Tahdzir min Jama’ati Tabligh, bahwa telah terjadi pemukulan dan penyekapan JT terhadap seorang penuntut ilmu yg tidak mau mengikuti dakwah mereka di Pakistan. Bahkan kami pernah menyaksikan sendiri 2 orang Ikhwan penuntut ilmu di Ternate korban pemukulan JT, demikian pula terjadi hal yang sama di Palopo, Sulawesi Barat.

      Dan ketahuilah, menghujat itu tidak bisa disalahkan secara mutlak, sebab dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah terdapat banyak sekali ayat dan hadits berupa hujatan kepada orang-orang yang menyimpang dari jalan yang benar. Maka yang pantas dihujat mesti dihujat, adapun yang salah kalau kita menghujat yang tidak pantas dihujat.

      Bukankah sering kita baca dalam Al-Qur’an; hujatan-hujatan terhadap orang-orang yang menyekutukan Allah ta’ala, demikian pula dalam As-Sunnah, terdapat sejumlah hadits yang menghujat sebagian kaum muslimin, seperti sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tentang Khawarij:

      كلاب النار شر قتلى تحت أديم السماء خير قتلى من قتلوه

      “Mereka adalah anjing-anjing neraka; seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka.” [HR. At-Tirmidzi, (no. 3000), dari Abu Umamah Al-Bahili -radhiyallahu’anhu-, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah, (no. 3554)]

      Apakah Anda akan menuduh dakwah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sebagai dakwah yang tidak benar karena telah menghujat kelompok Khawarij padahal mereka masih muslim?!

      Memang jelas perbedaan antara ilmu dan kebodohan. Semoga Allah ta’ala menunjuki kita kepada ilmu yang benar dan meninggalkan fanatisme golongan. Wabillahit taufiq.

    • bapaknya mayo berkata:

      padahal bid’ah dan sunnah telah jelas dan kedua nya bertentangan,semoga yang tersesat diberi petunjuk dan di ampuni dosa dosanya…………..

  17. Abu Said Al-Karawanjy berkata:

    Assalamu’alaykum Ustadz, Minta Ijin Untuk Copas Artikel2
    Untuk Ana buat di Blog Ana
    Baarakallahu Fiyk

  18. abevidas berkata:

    Setelah membaca tulisan Ini dari Artikel sampai komentar dan balasannya ..
    sungguh berbeda antara orang yang berlimu dan orang yang bodoh.
    antara orang yang mengikuti hawa nafsu dengan orang yang nafsunya terbimbing cahaya ilmu…
    antara orang yang berkata mengikuti perasaan dengan orang yang perasaanya terbimbing oleh Alquran dan Sunnah dengan pemahaman yang benar…
    Sungguh akal yang sehat akan bisa menerima dengan baik, dan akal yang tidak sehat akan sulit untuk memahami

  19. yadi berkata:

    Cincin berkata : Terima kasih telah membuka mata saya tentang betapa mulianya usaha dakwah JT,

    saya mnjwb : terima kasih kpd siapa bu? kpda syaitan yg telah membuka mata ibu kpd hal kesesatan yg telah nyata…nyata dlm perbuatan dan nyata pula dlm pemikiran…..dan nyata pula Hujjah yg telah di berikan oleh Tuan Rumah Blog ini atas kesesatannya…suatu penilaian yg di lihat/di ukur dari sudut pandang Al-Qur’an & As-Sunnah…bkn di lihat/di nilai dari akal2 seorng manusia yg jahil. Silahkan berikan dalil dlm berhujjah.

    telah jelas hujjah di berikan kpd Tuan Rumah di Blog ini, hujjah yang di berikan yg di sandarkan kpd Al-Qur’an & As-Sunnah….apakah hujjah dari ke 2 hal tersebut (Al-Qur’an & As-Sunnah) bisa di kalahkan oleh jwban yg di kluarkan dari pikiran2 kita? apakah lbh hebat pendapat kita dri pd Al-Qur’an & As-Sunnah?

    Ukuran sesuatu amalan di nilai mulia itu apa bu? apakah bs di nilai mulia oleh akal kita? waahhhh…ibu akal nya lbh hebat dari Al-Qur’an & As-Sunnah ya? Inna lillahi wa Inna ilaihi roji’un

    Cincin berkata : semakin tulisan diatas memojokan JT

    Saya mnjwb : yg memojokkan / membongkar kedok kesesatan JT adalah Al-Qur’an & As-Sunnah bu…bkn dari pemikirannya Tuan Rumahh Blog ini. dan hal ini bkn memojokkan…hakikatnya adalah nasihat agar JT kembali ke jln yg haq…

    Cincin berkata : semakin besar dukungan yang saya berikan pada suami saya karena semakin jelas perbedaannya.

    saya mnjwb : iya bu…setelah di berikan hujjah dari Tuan Rumah Blog ini, semakin jelas perbedaannnya antara yg yg HAQ dgn yg BATIL (JT).

  20. abdullah berkata:

    insya Allah nanti di padang mahsyar akan jelas semua, siapa yg benar dan salah.
    siapa yg menyesal maka menyesalah.
    siapa yg beruntung, maka berbahagialah karena dia telah melewati dunia ini dengan bimbingan hidayah Allah.
    maka marilah kita berdoa agar Allah tunjukkan yg benar itu benar dan diberi kekuatan untuk menjalankan, dan ditunjukkan yg salah itu salah dan diberi kekuatan untuk meninggalkannya.
    walahu a’lam

    • nasihatonline berkata:

      Bismillah walhamdulillah.

      Insya Allah akan semakin jelas pada hari penghisaban. Namun bukan berarti kebenaran itu tidak mungkin jelas di dunia ini, sebab seluruh apa yg Allah ta’ala wahyukan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah kebenaran yang pasti, tidak mungkin salah. Sebaliknya, yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah sudah pasti salah.

      Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir sekalipun mampu mengenali kebenaran tapi mereka tidak mau mengikutinya, sebagaimana firman-Nya:

      الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

      “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Nabi Muhammad (shallallahu’alaihi wa sallam) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan KEBENARAN, padahal mereka mengetahui. KEBENARAN itu adalah dari RABBmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” [Al-Baqorah: 146-147]

      Maka janganlah kita mengikuti sifat-sifat orang kafir yang telah mengetahui kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah namun lebih memilih mengikuti hawa nafsu mereka dan pendapat kelompok yg salah. Wallahul Musta’an.

  21. Abdurrahim berkata:

    Barakallahu fiikum ya Ustadz, setelah ana membaca tulisan ustadz beserta tanggapan-tanggapan yg disampaikan semakin mantap ana untuk terus belajar ilmu agama guna mengetahui yang haq & menyingkap yang bathil meskipun dibumbui dengan berbagai keindahan yang menipu, jazaakallahu khair

  22. Imran Zainuddin berkata:

    Saya salut dan mendukung metode dakwah yang dilakukan JT terlepas dari adanya dugaan kesyirikan / bidah dalam ajarannya. Mestinya JT dan Salafiyah bergandengan tangan melakukan usaha dakwah menggunakan metode yg telah diterapkan JT selama ini…

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Kami mantan JT, dan kami tahu pasti dan mengakui bahwa SEBAGIAN metode dakwah mereka patut didukung, diantaranya semangat mereka berdakwah sampai ke pelosok-pelosok dan door to door, dan alhamdulillah sampai hari ini pun kami tetap berusaha seperti itu walaupun sudah keluar dari JT.

      Akan tetapi semua kebaikan dan kerja keras itu tidak ada manfaatnya jika dakwah tanpa ilmu disertai syirik dan bid’ah. Karena yg terjadi adalah mereka lebih banyak merusak ketimbang memperbaiki, sebab semua amalan yg dibangun diatas syirik dan bid’ah itu terhapus. Allah ta’ala berfirman:

      وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنْ الشَّاكِرِينَ وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

      “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Allah ta’ala), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Az-Zumar: 65-67]

      Dan sungguh kedalaman ilmu dengan mengikuti bimbingan generasi Salaf [Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in] akan dapat menilai bahwa amalan sedikit yg sesuai sunnah lebih baik daripada banyak tapi bid’ah. Sahabat yg mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata:

      الاقتصاد في السنة خير من الاجتهاد في البدعة

      “Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersunguh-sungguh dalam bid’ah.”

      Dan karena kerja keras mereka dalam dakwah yg tidak berdasar ilmu sehingga sebagian mereka bahkan merasa lebih hebat dari para ulama dan melecehkan ulama yg menurut mereka tidak bisa melakukan dakwah seperti yg mereka lakukan. Demikianlah tipuan setan kepada mereka, amalan buruk dihiasi oleh setan sehingga nampak baik di mata mereka. Hadaanallahu wa iyyahum.

  23. agus rianto berkata:

    Assalamu’alaikum ustadz,,,,
    mohon bantuannya,,saat ini kedua adik saya terlibat dan sangat aktif di jamaah tabligh bogor,saya sdh beberapa kali coba mengingatkan bahwa JT sesat,tp mereka malah mengatakan bahwa sy tidak blh menghujat kalau blm tahu seluk beluknya,malah saya disuruh ikut khuruj bersama mereka minimal 3 hari spy sy tahu kebenarannya,tp sy selalu menolaknya,bagaimana caranya spy adik2 sy bs sadar ustadz? karena terus terang saja sy dan keluarga sy sangat kurang ilmu agama,,,,dalil-dalil apa saja yang bs saya pakai ustadz? terima kasih,,,,,

    Wassallam

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Wa’alaykumussalam, semoga Allah ta’ala senantiasa merahmati Anda dan menjaga Anda dari kesesatan JT.

      Pertama: Untuk mengenal JT dan kesesatan mereka tidak harus ikut khuruj bersama mereka, sebab untuk mengatahui sebuah racun yang mematikan tidak harus dengan mencicipinya dulu. Cukuplah bagi kita mengetahui penyimpangan mereka dengan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan bukti-bukti dari kitab-kitab mereka sendiri dan penuturan mantan anggota mereka yang bertaubat.

      Kedua: Hendaklah Antum menuntut ilmu dan mendalaminya, karena berdakwah harus dilandasi dengan ilmu. Semakin kuat dan mendalam ilmu yang ada pada Antum maka semakin mudah insya Allah Antum mendakwahi mereka.

      Ketiga: Jika Anda belum bisa mendakwahi mereka secara langsung maka bisa dengan buku-buku, artikel, CD/Kaset, dan yang paling penting ajak mereka menghadiri majelis ta’lim. Jika Anda memiliki kelebihan rezeki maka sedekahkanlah kepada mereka untuk melunakkan hati mereka menerima kebanaran.

      Keempat: Berikut link tentang kesesatan JT yang bisa Anda pelajari:

      1. http://darussalaf.or.id/stories.php?id=301

      2. http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/30/fatwa-fatwa-ulama-terakhir-tentang-sesatnya-jamaah-tabligh/

      Baarokallahu fiykum.

  24. Atsar berkata:

    Subhanallah….kadang2 subhat menghampiri hati kami tatkala itu pula hujjah yg nyata menghampiri kami dengan cepat hingga megalahkanya.Ya Allah, Ya…Rahman, Ya …Rahim jangan bolak2 balikan hati kami tetapkan dengan sunnah sebagaimana salafusshalih telah menetapknya atas bimbingan Rasul Mu.
    Saya menerima dengan lapang dada di hina WAHABI dan Saya katakan saya WAHABI.
    Cukup sudah petualangan ritual saya mulai dari : Firqah/Partai dan terakhir di JT . Saudara2 ku mari…mari….mari hentikan petualangan ini sebagaimana saya telah hentikan petualangan ini (hampir setengah umur saya ) kembalilah ke jalan yang Haq. : Quran , Sunnah sebagaimana Salafusshalih pahami.

  25. Muhammad Naqizada berkata:

    JT sering berbenturan dengan warga kampung di daerah saya, khususnya ketika jamaah JT melakukan touring ke masjid-masjid. Para pengurus masjid dan warga kampung sering konflik ketika JT mengambil alih fungsi masjid. Mereka tiba2 menguasai sebuah masjid dan berdakwah. secara sosiologis masyarakat merasa terganggu. Dalam tata krama masyarakat timur sebaiknya mereka tidak mengambil alih peran ulama2 kampung setempat yang sangat dihormati warga kampung.

  26. Subhanallah. Penjelasan yang gamblang mudah dicerna akal sehat. Saya pernah ikut khuruj 3 hari di Jamaah Tabligh, dalam keadaan bodoh waktu itu. Tidak ada ilmu yang bermanfaat bersama mereka. Amalan2 yang dilakukan lbh banyak yg baru alias bid’ah, sekadar sesuai hawa nafsu dan ngikutin arus. Alhamdulillah saya sudah tidak lagi ikut JT. Barokahnya mendapat hidayah belajar agama sesuai dengan pemahaman salaf, para sahabat.

    Jazakallahu khairan kepada pengelola blog ini, Bagus sekali.

  27. Moen_Ww berkata:

    Bismillah..
    Sedikit kisah tentang kekejaman JT di daerah tempat kami menuntut ilmu (Makassar dan sekitarnya), diceritakan dari teman-teman ikhwah yang insya Allah tsiqoh (terpercaya beritanya), bahwa beberapa tahun yang lalu ada 2 orang santri Ma’had As-Sunnah Makassar mereka singgah sholat disebuah masjid di wilayah kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, yang mana waktu itu bertepatan dengan adanya puluhan anggota Jama’ah Tabligh yang khuruj di masjid tersebut. Tatkala selesai sholat sebagaimana kebiasaan JT mereka membaca kitab andalan mereka Fadhilah Amal, tapi kedua santri Salafy tersebut yang telah mengetahui kesesatan JT dan kitab yang mereka baca, segera menjauh dari majelis tersebut dan lebih memilih membuka mushaf Al-Qur’an lalu mereka membaca dengan sedikit bersuara. Tidak lama kemudian datang salah seorang anggota JT menghampiri mereka dan berkata “ayo ikut disana mendengarkan pembacaan kitab” tapi kedua santri ini tidak mengikuti ajakan si JT dan tetap memilih meneruskan bacaan Al-Qur’an. Apa yang terjadi?????
    Setelah para JT (hadahumullah) selesai dari majelisnya, lalu mereka menggiring kedua santri tersebut keluar masjid lalu mereka gerombolan JT mmemukul kedua santri itu dengan cara massa. Salah satu santri ada berlumuran darah kepalanya mungkin kena benturan benda keras dan santri yang satunya lagi mengalami keseleo tulang hatta tidak bisa berjalan selama 1 pekan. Kejadian itu disampaikan kepada guru kami Al-Ustadz Khidir hafizhahullah agar melaporkan kepada pihak berwajib, namun ustazd Khidir memilih untuk bersabar dan menasehatkan para santri untuk bersabar.
    Wallahul musta’an.

  28. satreawicaksono berkata:

    alhamdulillah semoga Allah memberi petunjuk kita semua…tulisan yang sangat bagus ustadz….mereka yang menolak kebenaran pada artikel ini karena dalam diri mereka belum tertanam aqidah loyalitas kepada Allah dan permusuhan n kebencian kepada setan, kesesatan, kesyirikan…..bara’ ini yang belum banyak dipahami mereka….disamping fanatisme kelompok yang sudah kental..jadilah sulit berpikir logis n kritis dalam mencari dan melihat kebenaran…

  29. Tati berkata:

    Kalo memang JT itu sesat.. kenapa tidak bikin pengaduan kepada pemerintah yang menyatakan bahwa JT adalah aliran sesat dan harus dibubarkan ???? ato rame2 yang anti JT lapor polisi ???

  30. Abuu 'Aly Ibn 'Abdi-l-Khaaliq Al-Jawiy berkata:

    Alhamdu liLlaah. Al-Haqq telah jelas dan wajib kita mengikutinya
    Dan Al-Baathil telah jelas, semoga Allah melindungi kita darinya.

    Telah jelas kesesatan jamaa’ah Tabliigh, jamaa’ah bid’ah
    Telah jelas kebenaran manhaj salafu-shshaalih, manhaaj di atas As-Sunnah

    Cukuplah pemahaman salaf dalam memahami Al-Qur-aan dan As-Sunnah.
    Cukuplah hati lapang bagi orang yang rendah hati dalam menerima As-Sunnah

    Tidak dengan ‘aql sendiri,
    tidak dengan hawa sendiri.

    Baaraka-Llaahu fykum, yaa kaatibu haadzihii-rrisaalah
    Wa hadaakumu-Llaah, yaa-ayyuha-lladzii yakrohuuna A-dda’watu A-ssalafiyyah

    Aamiin

    • haikal tambara berkata:

      islam milik alloh dan sdh mnjadi haq alloh mnjaga kmulyaan dan kmurnian ajaran islam, klw memang JT itu sesat knp smpai hr ini masjid jami kebon jeruk hayam wuruk sbagai markaz besar JT di indonesia semakin luas areanya dan makmur di tngah” kota? mp bpk ustdz klw boleh tau karna sy sangat awam bgm caranya bisa jumpa dngan anda agar sy dapat kterangan lebih detail tntang JT

  31. muslim berkata:

    jama’ah Tabligh telah jelas kesesatannya, dan jauh dari apa yang diamalkan dan diajarkan para Ulama Rabbaniyyin dari para sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan para imam Rahimahullah, jelas ajaran mereka seperti bunglon disana-sini, sekalipun mereka harus mengikuti kesyirikan dan bid’ah untuk diterima dakwahnya ya ga masalah…dengan dalih khilafiyah. coba tanyakan khilafiyah yang seperti apa? khilafiyah yang tidak ada dasarnya dari Kitabullah dan Sunnah itu tercela…mungkin mereka ga faham kaidah2 fikih, ya maklum yang dibawa bukan kitab melainkan kompor…tauhidnya juga rapuh dalam perkara ibadah, bahkan juga pada ilmu musthalah hadits…ditempat ana di Aceh jama’ah tabligh yang sudah lama mengikuti dakwahnya masuk penjara bawa ganja, waiyadzubillah dan juga pernah memukul seorang thalibil ilmu saat tak mampu menjawab dgan ilmiah malah tangan yang melayang…ada seorang jama’ah tabligh yang telah tua didaerah saya, beliau menjual tanahnya dan untk bisa khuruj ke India bahkan beliau belum melaksanakan Haji sama sekali….la haula wala kuwata illa billah

  32. yadi berkata:

    biarkan saja mereka mngoceh mengatakan JT sesat…JT bid’ah dan sebagainya….. itu krn ilmu agamanya blm matang…seperti anak yg baru belajar beladiri mau mencak2 trus….klo memang dia berilmu…di tdk akan memaki dan memfitnah….

    • Atsar berkata:

      Maaf, Ulama sejak zaman dulu mengatakan semakin dia terjerumus dalam kebid’ah an semakin jauh juga dia tidak merasa bersalah.Tobat pelaku kriminal lebih cepat tumbuhnya ketimbang pelaku Bid’ah.

  33. BUCHRAN ARSJAD MUTHAHER berkata:

    Umat islam ini tdk henti-2x diadu domba, secara pribadi ana ambil positifx dr jama’ah tabligh yaitu memakmurkan masjid, ciri khas ini tdk dimiliki oleh jamaah-2 yg lain selain jamaah tabligh. Memang buku yg biasa dibaca dari fadhail amal kalu perlu diberikan saran kepada penerbi & pengarangx utk menghilangkan hadis-2 yg ditengarai berbau. Bidah. Tdk perlu kita vonis apalgai bertengkar thdp sesama muslim. Orang ahli bidah sulit dinasehati, krn setan memandang indah perbuatan yg mereka lakukan. “Barang siapa yg menjauhi pertengkaran/berdebatan, sekalipun dia dari pihak yg benar, maka Allah akan membuatkan sebuah rumah di surga”
    Ingat musuh umat Islam ada tiga :
    W
    1. Setan laknatullah
    2. Hawa Nafsu
    3. Gemerlah Dunia (bermewah mewahan)

  34. Rusman Hadi berkata:

    Semakin Di Fitnah JT semakin Jaya..

    sabar ya akhi..

  35. alhamdulillah, banyak ilmu yang saya bisa timba dari tulisan ini…

    barakallu fiikum wa jazakallahu khairon….

  36. Bismillah.
    disampaikan kepaku oleh Ust. Abu ‘Abdillaah ‘Umar Bakri At Timuuri. lc (smpat berkenalan ust. sofyan chalid sewaktu di madinah) bahwa beliau ketika mengisi pengajian di salah satu mesjid di daerah palopo (sekitar towuti), yang beliau mengisi yang ketigakalinya di mesjid tersebut dan pembahasan beliau tentang keutamaan menuntut ilmu dan larangan berbicara tanpa ilmu. maka salah seorang anggota JT merasa tersinggung dan pulang melaporkan ke salah satu temannya yang ternyata adalah mantan preman. sang mantan preman pun datang ke mesjid dan marah2 serta menyuruh/mengusir ustadz keluar mesjid dan bahkan melayangkan satu pukulan yang alhamdulillah tidak mengenai ustadz. melihat hal itu jama’ah pengajian yang rata2 jama’ah mesjid yang merupakan masyarakat umum menjadi marah dan justru si JT yang diusir keluar dari mesjid.

  37. Banyak hal ini benar. Jika demikian sebaiknya para ulama seperti lembaga MUI harus menegaskan hal-hal yang benar dan tidak benar telah dilakukan umat Islam secara sadar maupun tidak. Tunjukkan bahwa yang benar adalah hak dari salah sehingga jelas MUI memilikiperan dalam memberikan bimbingan dan arahan perilaku ibadah dan sosial umat.

  38. VALVA ILY berkata:

    Assalamualaikum….
    Uztad….apa yang uztad paparkan diatas cukup gamblang dan mudah dicerna…kiranya semua uztad bisa bersama sama masyarakat satu kata dalam MENOLAK ajaran maupun amalan yang tidak berdasar pada AL QUR’AN dan AS SUNNAH…maka JT tidak akan bisa berkembang,yah paling tidak uztad uztad yang lain mau turun ke masyarakat yang pengetahuan agamanya minim dengan memberikan pemahaman yang benar tentang ISLAM..maka JT akan mati dengan sendirinya.

    • SUFY berkata:

      —–>>>>> VALVAILY,

      Setuju, masalahnya selama ini dakwah di bangun di atas KEMANUSIAN bukan di atas TAUHID YG BENAR. Para ustad berdakwa semata-mata mencari popularitas serta mencari jamaah agar umrah haji bersama TRAVELNYA., atau demi suara terbanyak.
      Bayangkan kalo ustad tersebut tegas mengatakan HAK itu HAK dan BATHIL itu BATHIL
      demi ALLAH Subahanawatalla pemilik Ka’bah dan Rasulullah sebagai utusanya di jamin para jamaah nya akan KABUR dan MENINGGALKANYA.
      Jadi supaya jamaah jangan kabur dan suara tetap tinggi maka tabrak kanan dan tabrak kiri tidak masalah.Makanya ada ulama yg getol menyuarakan BOLEHNYA/ADANYA BIDAH HASANAH padahal ulama kita yg berada pada zaman umat terbaik telah menbantahnya….bahwa ” SEMUA BID’AH ITU SESAT .”

      • nasihatonline berkata:

        Bismillah, wahai saudaraku, ucapan Anda, “demi ALLAH Subahanawatalla pemilik Ka’bah dan Rasulullah sebagai utusanya.” adalah bersumpah dengan selain Allah ta’ala, yaitu dengan nama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yang termasuk perbuatan syirik, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

        من حلف بغير الله فقد أشرك

        “Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah maka dia telah berbuat syirik.” [HR. At-Tirmidzi, Shahih Al-Jami', no. 6204]

        Barangkali yang Anda maksudkan, “demi ALLAH Subahanawatalla pemilik Ka’bah dan pengutus Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.” ini yang benar. Baarokallahu fiyk.

      • Subhanallah, saya sangat senang melihat kegiatan saling mengingatkan berikut akhlaq yang baik di sini. Teruskanlah saling mengingatkan dalam kebaikan, Ustadz….

  39. HWI berkata:

    syg.. yg nulis hanya bisa liat dari kulitnya saja…
    namun lidah lebih tajam dari pada pedang sehingga menuduh, berdusta dan menfitnah saudara muslim…, kasian.

  40. herman berkata:

    orang tabligh memang terkenal ngeyel, udah salah malah ngeles ksana kemari

  41. Baz berkata:

    Assalamu’alaika saudaraku,semoga ALLAH mengampuni dosaku dan dosamu..pada dasarnya (sebagian, peny) manusia beragama berdasarkan hawa nafsunya, apabila dirasa sesuai dengan dirinya dianggap benar dan apabila tidak sesuai dengan hawa nafsunya maka dianggap salah…apa yang akhi sampaikan dlm blog ini sdh cukup jelas dan mudah dipahami bagi yang mencari kebenaran dlm beribadah krn akhi tdk lupa menyertakan dalil (dasar hukum) baik Al-Qur’an maupun hadits NABI..namun akan menjadi sulit dan akan selalu dipertentangkan bagi mrk yg mencari “pembenaran” dlm beribadah yg seringkali tdk memiliki dalil yang jelas dan hanya berdasarkan hawa nafsunya..YA ALLAH, AMPUNILAH DOSAKU DAN DOSA SAUDARAKU INI..TETAPKANLAH HATIKU DAN HATI SAUDARAKU INI DI JALAN NABI MU DAN PARA SALAFUSALIH YANG MENEGAKKAN AJARAN NABI MU…DAN BUKALAH HATI ORANG2 YANG MENYELISIHi NABI MU YANG MULIA..MUHAMMAD SALLALLAHU ALAIHI WASALLAM..

  42. Ridwan Syarif berkata:

    KEMBALI-LAH PADA AL-QUR’AN & SUNNAH SESUAI PEMAHAMAN PARA SAHABAT,…..PAHAMI DAN KERJAKAN RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN SECARA BENAR

  43. rudi berkata:

    sdri sy tadiny hny brjilbab, suatu ktika sdri sy brkunjung k seorang akhwat JT. akhwat tsb mnyampaikn tntang Cadar. yg dismpaikn akhwat itu “ngerti sndiri kan? Coba aja liat sndiri d Quranny”. sdri sy orng awam. stelah dismpaikn itu, langsung pake cadar, TAKUT, kalo nnti mati, diadili sama Alloh, udah d ksh tau suruh pake cadar tapi ttap ga pake, ntar masuk neraka. Stelah pake cadar, kaget. tdk siap dimaki2, disorot, dikatakn ninja smpai dropp dn smua kgiatan muamalah, silaturahimnya rusak smua. Dan 4 thn mngalami hal tsb mrupakn trauma yg mndalam.
    Alhmdllh,stelah mndengar hujah2 tentang cadar dr ulama Ahlus Sunnah, sdikit2 mulai tumbuh pmahamnnya, Alhmdullillh sdikit2 mulai dpt mnentukan sikap (minimal untk diriny sndiri)

  44. rudi berkata:

    wktu sbelum pake cadar, sdri sy tsb jilbabny sdh longgar-tdk ketat-InsyaAlloh Islami. ketika “keluar”/Khuruj, yg trjadi adalh: Dari stelah shubuh smpai jam 9 mlm kgiatan di jadwal terus menerus unk baca kitab JT, slh satuny Fadhoil Amal. paling istirahat sbentar unk sholat, makan, slama KHURUJ tsb anak2 ny dititipkan ke orang sedang aturannya, ketemu suaminya hanya 1 hari 1 X slama beberapa menit skitar jam 9 pagi. akhwat2 yg lain ketika brtemu suaminy slama bberapa menit tsb saling menasehati untuk smangat KHURUJny, smentara sdri sy ktika brtemu suaminy histeris. “Pulang! Pulang skarang! Apa2an ini?! anak2 gmn?!” Suaminy kaget&menasehati “Sabar, Jangan kencang2 bicaranya, sabar 2 hari lagi”
    Selama khuruj, tdk boleh komunikasi dg keluarga. Jangankan dg anak2ny, dg suaminy sj aturannya hnya 1 X sehari. Laki2 di Masjid. Istri2 skitar 6-7 orang di satu ruangan di sebuah rumah. Dan stiap harinya slama Khuruj tsb, mulai dari bada Shubuh-smpai jam 9 mlm, para wanita/istri2 lain JT yg tdk ikut khuruj trus menerus brdatangan. sperti halnya orang yg sdang punya hajat. Shingga tdk ada istirahat, tdk ada privasi. Dan ktika sdri sy tdk mau “Menyampaikan Ceramah, yg isinya sudah ditentukan oleh aturan yg ditetapkan ketika khuruj tsb, maka Istri2 JT yg lainnya sgera berkata,”Jangan bilang ga bisa. kita di sini untuk belajar”.

  45. rudi berkata:

    ktika khuruj tsb, saat ada wktu smacam brtukar crita tntang dakwah Islam, ada diantara Istri2 JT yg mnceritakan seorang akhwat trkena penyakit parah smpai jual2 rumah untk operasi, dn khidupanny brsama suaminy jd terpuruk, krna sang Istri tsb mencopot cadarnya ktika berobat ke RS. ada juga istri2 lainny yg berbagi info tentang salon khusus wanita, tukang jahit khusus wanita dan biasalah, ponpes temboro beserta keadaannya terperinci.
    Karena sdri sy adalah orang biasa, msyarakat awam, mk slain letih yg amat sangat, kaget, juga teramat sedih. Karena ia harus meninggalkan anak2 ny, tdk bertemu, tdk komunikasi dg mereka, hanya untuk brkumpul skian lama dg orang2 asing dan hal2 lainnya yg mnurut sdri sy, bisa tetap dilakukan tanpa harus mninggalkan rumah, mninggalkan putra putri trcintanya

  46. rudi berkata:

    Bagi sy pribadi, sy hanya bisa mendoakn,Semoga Sluruh Saudara2Ku Dapat Teguh, Istiqomah, Sabar, dalam menegakan Dakwah yang Haq. Sebagaimana Yang Dicontohkan Rasul Muhammad SAW, diikuti oleh Para Sahabat. Karena Dakwah ini adalah Dakwah Yang Teramat Sulit. Setiap Jengkal Perilaku, Kelemahan, Khilaf2 Pribadi dijadikan bumerang.
    Tidak terlalu berat untk mengajak orang lain Menjadi Baik. Tidak terlalu Sukar untuk mengajak orang lain suka, senang, bahagia. Hingga akhirnya mengangguk-angguk sambil tersenyum Bahkan para artis sinetron hatta yg kafir skalipun sangat pandai berurai air mata guna mengambil simpati
    Namun Hanya Para Hamba Yang Senantiasa Dikasihi, Dikuatkan Oleh Alloh Subhana Hu Wata’ala yang dapat tetap Istiqomah menyampaikan Kebenaran. Kendati seluruh dunia berpaling dan meninggalkan.
    Jumlah yang banyak bukan lah jaminan sesuatu yang Haq. Bukankah Jumlah Kaum Syiah memenuhi hampir seluruh penjuru bumi Iran? Dan bukan kah Ideologi komunis, ideologi kaum yahudi lebih banyak dianut dan diamalkan oleh sebagian besar manusia, daripada pola-pola pemikiran yang Islami?
    Bukankah ada Nabi yang masuk surga tanpa seorang pengikut pun?
    Wallahu A’lam. Lahaula Wala Quwata Illa Billah

  47. Imam Riyadi berkata:

    Alhamdulillah banyak ilmu yg saya dapat dari perbedaan pendapat ini,saya pribadi dangkal ilmu agama. Saya mau berbagi pengalaman di masjid daerah pedesaan kami banyak yang menentang dan bahkan menolak kehadiran JT, alasan warga cukup simple : tidak mau dipengaruhi hal2 yg diluar konteks Qur’an & Hadits, dan tidak mau warganya direkrut akan tetapi ada saja yang ikut salah satu warga kami, al hasil dia sampai lupa mengurus istri dan anaknya demi syiar dari masjid ke masijd, tanaman sawah dtinggalkan dan mati smua akhirnya gagal panen, hewan ternak dijual untuk ‘jihad’ tour of duty nya bahkan 1 unit komputer yg sangat dibutuhkan oleh anak2nya pun dijual,kasihan sekali dan ngenes melihat nasib anak&istrinya, setau saya bukankah seorang suami yg pergi/bekerja untuk menafkahi anak istri termasuk perbuatan jihad? Ini lah efek buruk dan nyata dari metode dakwah JT, saya orang yang prinsipal sewaktu kehadiran pertama kali JT dari metode yg mereka pakai dengan buku2nya saya sudah janggal setiap kali dibacakan habis sholat berjamaah,mereka berusaha keras untuk merekrut saya sampai2 didatangkan si empunya JT dari India seorang syeikh tapi saya tolak secara halus dengan jawaban : I am glad & appreciate for you coming here, but I want to be a pure Islam as a moslem, Quran&Hadits are my ideology, I am so sorry, Sir ! I am not interest all of your way. Dia menghargai keputusan saya akhirnya dia balik lagi ke masjid. Saya pribadi tidak men ‘judge’ JT tapi gerakan dakwah mereka benar2 mengkhawatirkan bagi anggota baru yang direkrutnya dan tentu akan meninggalkan semua urusan dan aktifitas keseharian mereka sbg warga masyarakat. Saya khawatir kebesaran Islam di Indonesia akan surut karena ajaran2 dan faham2 tertentu, Saya pernah tinggal dan bekerja di Arab Saudi 6 tahun dan saya sering berdiskusi tokoh2 agama sunni di Jeddah Arab Saudi, ternyata mereka warga Arab sama dengan kita tata cara sholat maupun amalan2nya tidak jauh beda dan mereka hidup harmony menyatu sesama muslim dan saling menghormati. Subhanallah!

  48. zaki berkata:

    assalamu’alaikum.
    jika JT sesat kenapa ada beberapa mantan preman dan orang-orang awam mengalami kematian yang mengagumkan.Contoh: diantara mereka ada yang mati dalam keadaan berdakawah, sujud, mati di masjid.Bahkan ada mantan preman yang tatoan ketika mati maka tatonya jadi luntur(akhirnya hilang).Bukankah keberuntungan seseorang itu mati dalam keadaan khusnul khotimah.Mereka yang saya ceritakan itu adalah orang-orang JT.

    • nasihatonline berkata:

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

      Wa’alaykumussalam,

      Alhamdulillah, bagi orang yang memahami manhaj al-haq dengan baik, maka dengan mudah dapat memahami bahwa, akhir dari kematian seseorang sama sekali bukan dalil untuk menetapkan baik dan buruknya suatu amalan, hal itu karena beberapa alasan:

      1. Allah ta’ala sebagai pencipta kita telah menetapkan bahwa kebenaran itu bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sesuai pemahaman Salaf, adapun yang bertentangan dengan keduanya adalah batil. Maka dengan inilah seharusnya setiap muslim menilai segala sesuatu.

      2. Apa yang nampak baik di mata kita belum tentu baik dalam pandangan Allah ta’ala, sehingga mungkin saja kita tertipu dengan amal ibadah seseorang yang secara lahiriah kita lihat begitu bagus, akan tetapi bisa jadi hatinya tidak ikhlas atau kebid’ahannya yang tidak diketahui oleh manusia sehingga Allah ta’ala tidak menerima ibadahnya.

      3. Oleh karena itu, kematian seseorang dalam keadaan sedang beribadah kepada Allah ta’ala sama sekali tidak bisa dijadikan dalil bahwa ibadahnya sudah pasti diterima. Sehingga Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melarang untuk mengatakan “Fulan Syahid” padahal sudah jelas-jelas orangnya mati di medan jihad, dalam pandangan manusia dia mati dalam keadaan husnul khatimah, namun dalam pandangan Allah ta’ala belum tentu demikian. Sebagaimana dalam hadits Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berikut ini:

      لَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ أَقْبَلَ نَفَرٌ مِنْ صَحَابَةِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالُوا فُلاَنٌ شَهِيدٌ فُلاَنٌ شَهِيدٌ حَتَّى مَرُّوا عَلَى رَجُلٍ فَقَالُوا فُلاَنٌ شَهِيدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَلاَّ إِنِّى رَأَيْتُهُ فِى النَّارِ فِى بُرْدَةٍ غَلَّهَا أَوْ عَبَاءَةٍ

      “Ketika perang Khaibar, datanglah beberapa orang sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam seraya mengatakan, “Fulan Syahid, Fulan Syahid” sampai mereka melewati seorang laki-laki lalu mereka pun mengatakan, “Fulan Syahid,” maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengatakan, “Tidak, sesungguhnya aku melihatnya di neraka karena pakaian burdah atau pakaian ‘abaah yang dia curi (dari harta rampasan perang yang belum dibagi).” [HR. Muslim]

      4. Kemungkinan juga menjelang akhir hayat seseorang diberikan taufiq dari Allah ta’ala untuk bertaubat sehingga dia diberi anugerah husnul khatimah, sehingga amalan-amalannya yang dulu tidak bisa dijadikan dalil untuk menilai kebenarannya.

      Wallahu A’lam.

      • Gunadi an berkata:

        Bismillah, Tapi ada hadits Nabi yg mengatakan bahwa amalan seseorang tergantung akhirnya. Ada kisah seorang yg membunuh 100 orang lalu meninggal dalam keadaan bertaubat dan lalu Allah mengampuni dosa-dosanya. Kenapa kita mesti apatis terhadap seseorang yang terlihat nampak akhir umurnya baik (karena memang kita hanya dibolehkan melihat dzohirnya,dan tetap berbaik sangka pada setiap orang yg masih mengaku muslim) hanya karena ia seorang anggota kelompok yang kita benci?.. dimana keadilan seorang muslim pada saudaranya?…….. Bukankah kita hanya boleh melihat dzohirnya islam,maka kita perlakukan seperti muslim lainnya? sedang masalah hati kita serahkan pada Allah Subhanahu wata’ala. Wallahu a’lam.

      • nasihatonline berkata:

        Alhamdulillah,

        1. Benar sekali amalan seseorang tergantung akhirnya, oleh karena itu kami katakan, perbuatan dia sebelum mati bukan ukuran kebaikannya, karena bisa jadi di akhir hayat dia bertaubat seperti pembunuh 100 nyawa tersebut.

        2. Benar sekali kita hanya diperintahkan melihat zhohirnya, tetapi bukan berarti kita mampu memastikan bahwa “sudah pasti amalannya baik di sisi Allah ta’ala” sehingga orang yang zhahirnya sudah jelas-jelas mati dalam jihad pun dilarang oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk “memastikannya mati syahid” karena memang kita belum tahu apakah amalannya diterima atau tidak, sehingga kita hanya boleh berharap-harap cemas tanpa memastikan.

        3. Jadi bukan berarti kita apatis atau menilai hatinya di sini, tapi yang kita nilai adalah, “cara pendalilan yang salah” karena “kematian seseorang bukan dalil yang menunjukkan amalannya benar” sebab “dalil dalam Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.”

        Semoga Allah ta’ala memberikan pemahaman yang baik kepadaku dan kepadamu sehingga mudah mencerna kata-kata insya Allah ta’ala.

  49. BISMILLAH, ASSALAMU`ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABAARAKATUH…., ALHAMDULILLAH USTADZ SEMOGA ALLOH TA`ALA MEMBERIKAN TAUFIK DAN HIDAYAHNYA KEPADA KITA DAN UMAT MELALUI TULISAN DI ATAS BAHWA AL HAQ HANYA SATU, WALAUPUN AHLUL AKHWA DAN AKHLUL BID`AH MENGAHALANGI…, SEMOGA ALLOH TA`ALA MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA PARA PEMBACA YANG AKAN MENCARI KEBENARAN DARI AL QUR`AN DAN SUNNAH DENGAN PEMAHAMAN SALAFUSSOLEH…, BAARAKALLAHUFIIKUM.

  50. Bismillah…., alhamdulillah kalau disimak komentar/respon di atas dapat kita bedakan menjadi 2 :
    1.komentar berdasarkan al qur`an dan as sunnah dengan pemahaman salafussoleh (akhlul ilmi)
    2. komentar dari orang jahil/tanpa ilmu dari ar qur`an wa sunnah dg pemahaman hawa nafsunya (akhlul akhwa) wa bid`ah. dengan mengumbar kata2 kotor yang tidak beradab.
    Allohu`alam. semoga Alloh ta`ala memberikan hidayah kepada hati-hati manusia yang beriman.

  51. Budi darmawan berkata:

    Assalamualaikum…
    Saya sendiri Ikut “JT” sdh jalan 6 thn. Sebelumnya, .. saya sama sekali tidak mengenal agama ini (Islam) walaupun saya terlahir sbg orang islam. Tapi setelah “iseng” ikut teman saya katanya mau “itikaf” di mesjid, hal itupun disebabkan saya ada keperluan dunia (bisnis) dng teman saya itu. Jadi saya mencoba mendekati teman saya dengan ikut apa yang dia selalu mengajak kepada saya. Konyol memang. Tetapi begitulah keadaan “mindset” saya pada waktu itu. Agama atau bukan itu tidaklah penting. Ok.
    Pada saat saya ikut itikap tersebut saya tidak mengerti apa-apa, yang penting ikutlah. Tapi ada satu hal yang tidak saya lupakan. Begini ceritanya. Pada saat saya sampai dimesjid, waktu sudah malam. Karena sebelumnya teman saya mengalami kecelakaan yaitu cedera urat punggung. Tapi karena saya sudah datang, teman saya memaksakan diri untuk berobat dulu ke tukang urut yang berada di jl. h.Naim – cilandak. Setelah dari sana kami menuju mesjid yang dituju. Waktu kita masuk kemesjid jam sudah sekitar 11 malam, dimesjid banyak orang dan semua sudah tertidur. Saya yang tidak tau apa-apa disuruh tidur juga oleh teman saya, menggunakan alas yang memang sudah saya bawa. Akhirnya saya tertidur. Itu adalah tidur pertama saya dimesjid. Memang saya sudah ada keinginan untuk merasakan tinggal semalaman di mesjid karena ada teman saya yang lain penah bilang bahwa tidur malam di mesjid itu harus dicoba, dia bilang nanti saya akan merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ok. Melanjutkan kisah saya, ini yang tidak akan saya lupakan.. Pada saat waktu subuh, saya dibangunin. Seperti biasa kami semua ambil wudhu dan bersiap-siap untuk sholat subuh. Begitu kami akan sholat, begitu imam bertakbir, tiba-tiba air mata saya keluar dengan deras. Saya sendiri tidak tau mengapa. Hati saya tidak sedang sedih atau susah. demikian air mata saya keluar deras dan jiwa saya seperti hanya ingin menangis saja. Aneh. Setelah masuk rekaat kedua barulah “perasaan” itu hilang.
    Selama itikappun saya tidak terlalu mengerti program-program yang ada. Saya hanya ikuti saja. Juga pada saat saya mau minum, waktu itu saya masih minum / makan dengan tangan kiri atau kanan. Ada jemaah yang menghardik saya “minum pake tangan kanan!” Ok saya pikir, saya ikuti (dan saya tidak pernah makan atau minum pakai tangan kiri lagi hingga saat ini).
    Singkat cerita. Setelah melalui beberapa waktu di mesjid itu. tibalah saat untuk pulang. Waktu itu adalah ba’da isya. Kita telah sholat isya berjamaah terakhir. Wah ini yang sudah saya inginkan – pikir saya. Ok, kami semua pulang, saya dan teman saya berpisah. Anehnya, selama perjalanan pulang kerumah, saya merasakan suasana hati yang sangaatt nyaman. belum pernah saya merasakan. Dan…., besok subuh, saya langsung terbangun sewaktu mendengar azan, yang mana hal ini tidak pernah terjadi pada diri saya. Langsung saya ambil wudhu dan bergegas untuk hadir di sholat subuh di mesjid. Juga begitu waktu sholat2 yang lain, beberapa saat sebelum adzan jiwa saya gelisah untuk dapat pergi ke mesjid untuk hadir sholat berjamaah. Hal ini terus terjadi, Alhamdulillah hingga kini. Sekarang usia saya 46th. Saya ikut itikap pertama dengan teman saya itu usia 40.
    Saya sendiri lulus S1 – arsitektur. Lahir dan besar di jakarta. Sekarang saya cinta banget dengan agama ini (Islam), dan saya selalu menyempatkan untuk membicarakan agama kepada teman-teman saya yang walau keadaan dunia mereka diatas saya tetapi saya selalu mengajak mereka untuk membicarakan agama, memberi motivasi untuk sholat tepat waktu walau saya tidak memaksa ke mesjid. Hasilnya.. mereka tidak tertarik dengan agama. Tetapi ada beberap yang senang mendengarkan saya karena mereka bisa tenang sesaat kalau ketemu saya – biarlah.
    Alhamdulillah. Kita lihat sekeliling kita, lebih banyak kerusakan daripada kebaikan. Banyak orang yang tidak tergerak sedikitpun oleh suara azdan. Itulah tugas kita. Nabi-nabipun selalu dicemooh tetapi mereka terus berdakwah, siang dan malam.
    Akhir kata, saya hanya ingin mengatakan saya sangat mencintai ukhuah islamiah. Sebuah kehidupan yang tertulis dengan tinta emas dimana satu sahabat dengan sahabat yang lain saling mencintai. Terlepas sahabat itu bodoh, miskin, dsb.
    Salam ukhuah dari saya..

    • nasihatonline berkata:

      Wa’alaykumussalam, kami juga tidak mengingkari, diantara kebaikan dakwah JT adalah mengajak orang sholat, tapi semua itu tidak ada manfaatnya sama sekali jika disertai dengan keyakinan syirik kepada Allah tabaraka wa ta’ala, sebagaimana yang mereka sebarkan dalam kitab Fadhail A’mal.

      Maka sebagai tanda cinta kasih kami kepada kaum muslimin dan khususnya orang-orang seperti Anda, lebih khusus lagi kepada JT sendiri maka kami peringatkan perbuatan syirik yang ada pada mereka, agar amalan mereka tidak terhapus karena syirik maupun bid’ah dan kaum muslimin tidak terpengaruh dengannya. Inilah ukhuwah sejati, jika Anda diam membiarkan saudara Anda terseret ke jurang neraka maka berarti Anda tidak mencintainya.

      Baarokallahu fiyk.

      • Budi darmawan berkata:

        InsaAllah.. saya sediri sering sekali berdoa kpd Allah supaya “saya” diberi petunjuk atau apalah, supaya saya di beri yang terbaik. Saya sudah berusaha bergaul dengan slafi, nu, dll.
        Karena memang semua ini adalah ujian dan main-main yang menyakitkan kepala. Mana yang baik – itulah jalan yang diberi kesukaran – terhijab.
        Tetapi karena Allah tidaklah lengah, hingga takdir tiap-tiap orang akan tertukar seperti halnya rejeki akan tertukar.
        Saya sendiri bersyukur bisa menulis-nulis disini.
        Mudah-mudahan Allah memafkan segala kesalahan saya….
        Wasslamualaikum

      • nasihatonline berkata:

        Wa’alaykumussalam, Allahumma amien, semoga Allah ta’ala mengampuni Anda dan saya. Dan kami ingin menasihattkan diri kami pribadi dan Anda, hendaklah bergaul dan menuntut ilmu dari orang-orang yang benar-benar mengikuti ajaran Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bukan dengan para pelaku syirik dan bid’ah, agar kita tidak terpengaruh, baik secara sadar maupun tidak. Ahsanallahu ilaykum.

  52. Pahlevi berkata:

    Assalamu’alaikum saudara-saudaraku yang baik hatinya, marilah kita ambil hikmah dari tulisan-tulisan ini, karena tidak semata-mata kita bisa menulis disini kecuali tangan dan pikiran kita dijinkan bergerak oleh Alloh Ta’ala. Kita mohon kepada Alloh agar kebenaran yang hak dihujamkan kedalam hati kita dan diberikan kemampuan untuk mengamalkannya, dan atas segala kesalahan yang kita lakukan baik disengaja atau pun tidak sengaja, terasa ataupun tidak terasa diampuni seluruhnya oleh Alloh Ta’ala. Aamiiin ya Alloh ya Robbal alamin. Wassalamu’alaikum.

  53. Abu Saif berkata:

    Wahai Abdullah kalau engkau belum bisa menerima nasehat bacalah :

    “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [Al-Hajj: 46
    Dan Ingat kata imam Syafi’i : beliau mengatakan sanggup menghadirkan hujjah bagi 10 orang berilmu, tapi Beliau akan kalah dengan 1 orang Jahil, kenapa: Karena orang jahil itu berkata tanpa landasan Al ‘Ilmu…Bukankah engkau demikian Abdullah?

  54. Abu Saif berkata:

    Ustadz Sufyan Jazakallah atas nasehatnya, Karena keluarga ana ada yang ikut JT n sangat membenci Salafiyyun Ahlus Sunnah. Obat itu memang pahit, tapi manfaatnya khair. Ketika sesorang dicegah dari keterpurukan akhirat kemudian dia marah dan menganggap sang penasehat yang menunjukkan kesesatan sebgai : ” Orang yang merasa paling benar”,” orang yang suka usil membicarakan orang lain”,”Orang yang suka menghujat”. Ana dulu belajar dari AL ustadz Shodiqun, Ustadz Syafrudin, Ustadz Askary, Ustadz Luqman Ba’abduh, Ustadz Ayip S, Dan Asatidzah yang lain selma 8 tahun belajar ushul Ats Tsalasah, Kitabut Tauhid, Kasyif As subuhat. barulah setelah faham baru perkara2 rudud, Qowaid n Dhowabith Bisa Ana fahami, bahkan Kaidah2 Tahdzir baru ana Ma’lumi. Jika Seorang JT belum bisa memahami, karena mereka mengenal dari tangga tengah, bukan dari tangga awal ana Maklumi. Semoga Allah subhanahullahu ta’ala membukakan pintu hidayah bagi saudara kita kaum muslimin…Amin yaa Mujibas sailin

  55. hadi berkata:

    semakin hari semakin ramai aja neh JT, udh waktunya mungkin utk para Salaf turun langsung nasehatin JT,….

  56. Abul Faruq berkata:

    Bismillah,
    Demi Allah ba’da Magrib pernah masuk kerumah saya, ketika itu kami sedang berkumpul dengan keluarga sambil memutar Murotal Al Qur’an. Namun apa yang dikatakan oleh orang – orang JT itu, Mendengarkan Alqur’an kepada anak -anak akan menyebabkan hatinya mengeras bacakanlah hadis – hadis agar hatinya lembut, selanjutnya mengajak ke masjid markas mereka agar ikut pengajian mereka. Dan yang ana lihat disana memang benar – benar kitab Fadilah Amal yang dipasang di kaca dinding masjid selain Alquran. Tidak satupun saya lihat kitab – kitab hadis dari bukhory maupun muslim.

  57. savvan azahra berkata:

    Kalo gatau apa apa gausah banyak bicara ya. Temui saja langsung para ulama jamaah tabligh. gausah menyebar fitnah. gasuka boleh, tapi gausah fitnah. apa perlu menunggu tarbiyah allah untuk sadar? kok hobby banget ngupas kejelekan orang (dr sudut pandang anda) sementara anda lupa mengenai diri anda sendiri -_-

  58. Arraniri berkata:

    Subhanallah… tulisannya sungguh luar biasa.
    Saya hanya mau nanya saja pengertian syirik itu apa sih, pengetahuan saya sebagai orang awam adalah menyekutukan Allah SWT.
    Bila kita mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah yg artinya Tiada Tuhan selain Allah, maka letak kesyirikannya dimana ya? kan itu meminta kepada Allah, bukan meminta kepada selain Allah.
    Bila masalah jumlahnya 70.000 kali memang tidak ada dalilnya, karena mungkin itu batasan kesanggupan seorang hamba untuk membacanya sebanyak itu.
    Mohon maaf saya masih awam, jadi masih perlu banyak belajar.
    Bila masa

    • nasihatonline berkata:

      Alhamdulillah.

      Syirik artinya menyekutukan Allah ta’ala dalam perkara-perkara yang merupakan kekhususan bagi Allah ta’ala, yaitu dalam rububiyah, uluhiyah dan asma’ was shifaat. Selengkapnya dapat dibaca dalam artikel: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/01/peringatan-dari-bahaya-syirik-1/

      Adapun kesyirikan dalam kisah di atas adalah syirik dalam rububiyah, yaitu kekhususan Allah ta’ala dalam mengetahui perkara ghaib. Jika ada seorang manusia mengklaim dia juga tahu perkara ghaib maka berarti dia telah menyamakan dirinya dengan Allah ta’ala. Inilah sisi kesyirikannya.

      Sedangkan membaca dzikir Laa ilaaha illallah sebanyak-banyaknya tidak ada masalah, yang menjadi masalah mereka menentukan jumlah 70.000 kali, penentuan ini adalah bid’ah.

      Adapun jika seorang membaca Laa ilaaha illallah sebanyak-banyaknya kemudian sampai ke jumlah 70.000 kali tanpa dia rencanakan sebelumnya, lalu dia berhenti pada jumlah tersebut karena satu halangan bukan karena sebelumnya telah menentukan jumlahnya 70.000 kali maka tidak mengapa insya Allah ta’ala.

      Dan makna kalimat Laa ilaaha illallah yang benar, “Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah.” Selengkapnya bisa dibaca pada artikel: http://nasihatonline.wordpress.com/2012/08/14/penting-syahadat-laa-ilaaha-illallah-makna-rukun-syarat-dan-kesalahan-kesalahan-dalam-penafsirannya/

      Baarokallahu fiyk.

  59. Ping-balik: Meraih Kebahagiaan dengan Tauhid [Khutbah Jum'at di Hadapan Kaum Sufi dan Jama'ah Tabligh] | موقع أبي عبد الله سفيان خالد بن إدهام روراي السلفي الأندونيسي

  60. Siddiq berkata:

    Bismillah,
    memahami islam dengan pemahaman salafush shalih,
    Barrakallahufykum

  61. younedi berkata:

    1. Perbuatan yang dianggap bid’ah dholalah fii naar antara lain:
    1.1. mengusap wajah ketika berdoa
    1.2. yasinan dan takziah 3 hari, 40 hari, dan 100 hari serta berzikir (menetapkan dzikir 200 kali, 70 ribu kali
    1.3. berdoa bersama (doa berjama’ah) baik setelah sholat maupun diluar sholat dan bersalaman setelah sholat
    1.4. merayakan maulid nabi dan isra mi’raj.
    1,5. mengirim doa (bacaan Qur’an) kpd si mayit.
    1.6. Menolak adanya bi’dah hasanah
    1.7. Mendirikan partai islam
    1.8. khuruj orang jemaah tabliqh 3 hari /bln, 40 hari/thn dan 4 bulan

    2 Adapun Perbuatan yang dianggap syirik dalah:
    2.1. tawasul dan tabaruk (dengan selain Allah ta’ala atau selain yang disyari’atkan oleh-Nya)
    2.2. mendirikan kuburan disisi atau diatas mesjid dapat mengantarkan kepada syirik

    NB. Mohon kepada para pembaca untuk membuktikan dan menyebutkan dalil-dalil dan pembahasan ilmiah tentang bid’ah-bid’ah di atas. Terima kasih.

  62. marwan berkata:

    jazakallah khair ustadz..atas ilmu yg syar’i ini

  63. bapaknya mayo berkata:

    aku berlindung kepada Alloh semoga aku dan keluarga ku terlindungi darri kesesatan yang merusak agama Alloh,katakanlah yang hak adalah hak dan yang batil adalah batil,semoga yang tersesat kembali lurus…..dilingkungan saya kini resah dengan hadirnya jt,kami masih menjaga suasana lingkuungan agar nyaman,tetapi kehadiran mereka membuat kami tidak nyaman dan kurang khusuk beribadah di masjid yang kami bangun dengan perjuangan,dan mereka tidak menghargai kami warga dan para pejuang pembangunan masjid,begitu ngeyelnya mereka yang akhirnya masyarakat menjadi resah karena kegiatannya,kami prihatin dengan keadaan ini,tidak ada tenggang rasa padahal sebelumnya pernah kami larang tapi kini mereka masih saja kemping di masjid kami,dari pranata lingkungan mereka sudah menyalahi,tamu 1X24 jam wajib lapor sudah tidak di hiraukan,klu saja kami tidak menahan diri niscaya akan terjadi keributan dengan warga dan mereka lebih memilih itu,akhirnya kami hanya bisa terennyuh masjid kami yang kami jaga kehormatannya di nodai,YA ALLOH ampuni kami yang tak kuasa menjaga rumah mu dari kesesatan…kuatkanlah iman kami …………………………..warga mustika media residence masjid babussalam bekasi……

  64. baim_smart berkata:

    Alhamdulillah… semoga Allah menjaga Pemilik Blog Ini.. dan terus istiqomah diatas manhaj salaf… Amin…

  65. iifazh mabduh berkata:

    mereka berkata (pada ane tentunya) lihatlah jama’ah kami, semakin hari makin besar,,,

    besar kepala.

  66. Luqman Al Farawasi berkata:

    semoga Allah memberikan petunjuk pada kita smua dalam menjalani manhaj yg haq ini

  67. mahmudin berkata:

    setahu saya jamaah tablig tdk mengajarkan kesyirikan, kalau yg komentar Wahabi semua juga salah , dia yg benar , mungkin saya tdk setuju dengan JT itu tentang Hal Khuruj…dr segi ajaran tdk ada yg aneh…yg aneh Wahabi…

    • nasihatonline berkata:

      BaarokaLlaahu fiyk, mohon dibaca dulu sebelum komen, kemudian sampaikan di mana letak keanehannya, di mana yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah pada artikel di atas. HadaaniLlaahu wa iyyaakum.

  68. Insyaf berkata:

    alhamdulillah,,, ana tobat keluar dari JT,,,
    ana pernah keluar 3hri bersama JT 2x,, perasaan ana memang adem aja,,rasanya pgen keluar ikut aja,,, sampai2 buku fadhilahnya ana beli… maklumlah belum tau cerita2 dusta di dalamnya,,, setelah ana teliti dari fatwa2 ‘ulama ahlussunnah, barulah ana faham,, didalam shlat ana selalu mengartikan surat yg sya baca…
    ihdinashirootolmustaqiim,,, ( Tunjukilah kami jalan yg lurus )
    shirootholladzi na an’amta’alaihim… ( yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka).
    ghoiril maghdhuu bi’alaihim waladhdhoolliin… ( bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat )

    alhamdulillah,,, sya diberikan hidayah oleh Allah subhanahuwata’ala…
    diberikan ibadah sesuai al-qur’an dan sunnah yg sahih,,, mengikuti jejak para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan salafusshaleh,,,

  69. uyung berkata:

    Jama’ah Tabligh Lebih Utama drpd Kibar Ulama?!

  70. muslimah berkata:

    jika hati benar2 ikhlas mencari kebenaran tanpa ada rasa fanatik golongan dll maka kebenaran itu ada di dpn mata

  71. cynthia berkata:

    Alhamdulillahirobbilalamin ,
    Saya tidak sengaja menemukan blog ini yg sangat bermanfaat…terimakasih ustad

  72. Rafi berkata:

    Alhamdulillah, izin copas ustadz.

  73. Ahmad Gazali berkata:

    Bismillah
    Ana juga mntan JT, alhamdulillah yang telah memberikan hidaya kepada ana untuk segera bertaubat dari JT walaupun teman2 banyak yang pergi meninggalkan ana, bg ana hakikt pertemanan adalah pertemanan di atas sunnah. Dan untuk saudara2ku di JT semoga Allah memberi hidayah kepada kalian. Baarokallahu fiykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s