Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, dengan pertolongan-Nya, kami bisa menyelesaikan buku pertama yang berjudul: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan (Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi) karya Syaikh Idahram. Insya Allah Ta’ala akan menyusul buku selanjutnya dalam rangkaian jawaban ilmiah terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang dari jalan yang benar.

Berikut ini daftar isi (sementara) buku pertama:

Kata Pengantar

Muqaddimah

Jawaban Terhadap Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. (Ketua Umum PBNU)

Jawaban Terhadap KH. Dr. Ma’ruf Amin, M.A. (Ketua MUI)

Biografi Singkat Asy-Syaikh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Pujian para Ulama dan Tokoh Dunia kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Mengkritisi Istilah Wahabi

Tentang Penamaan Salafi

Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi Syaikh Idahram

  1. Penyerangan Terhadap Karbala
  2. Pertempuran di Hijaz (Makkah, Madinah, Thaif dan sekitarnya)
  3. Penaklukan Kota Uyainah
  4. Lagi, Tuduhan Dusta Idahram terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah Atas Pembunuhan Utsman bin Mu’ammar
  5. Belum Puas, Idahram Kembali Melemparkan Tuduhan Dusta Atas Pembunuhan Penduduk Ahsaa dan Qashim
  6. Pembantaian Jamaah Haji Yaman
  7. Pembantaian Jamaah Haji Iran
  8. Melarang dan Menghalangi Umat Islam dari Menunaikan Ibadah Haji
  9. Kisah Peperangan dengan Penguasa Turki Utsmani
  10. Tuduhan Membakar Buku-buku Perpustakaan

Terlalu Banyak Kedustaan dan Pemutarbalikan Fakta [sebagian pembahasannya ada di catatan kaki]

Kebaikan Pemerintah Saudi untuk Kaum Muslimin Dunia

Kebaikan Ulama Saudi untuk Kaum Muslimin Dunia

Keteladanan Mufti Saudi Arabia dan Ketua Umum Rabithah Al-‘Alam Al-Islami di masanya, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Yang Perlu Dicermati

Meluruskan Penakwilan Hadits-hadits tentang Khawarij Versi Syaikh Idahram

Tidak Beradab kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam

  1. Waktu Kemunculan Mereka adalah “di Akhir Zaman” [Takfir (Pengkafiran) Syaikh Idahram Terhadap Kaum Muslimin]
  2. Mereka Muncul dari Najd: Negeri Sumber Fitnah & Kegoncangan
  3. Tanduk Setan Berkali-kali Muncul dari Najd hingga Kedatangan Dajjal
  4. Ciri-ciri Mereka Bercukur (Plontos), Celana Nggantung, dan Memecah Belah Umat
  5. Dzul Khuwaishirah dari Keturunan Bani Tamim
  6. Indah Perkataannya Namun Jelek Perbuatannya

Meluruskan Kesalahan Menepis Kedustaan

Tuduhan dan Jawaban: Secara Umum, Sering Mengeluarkan Fatwa Menyimpang dan Berbahaya (judul-judul di bawah ini seseuai dengan judul-judul yang ada dalam buku Sejarah Berdarah)

  • Fatwa Syaikh Ali Al-Khudair: Boleh berdusta dan bersumpah palsu demi agama khusus para da’i dan muballigh
  • Fatwa Syaikh ‘Aidh Ad-Duwaisari: Boleh menipu Syi’ah dan orang-orang lain yang berfaham sesat
  • Fatwa Syaikh Sulaiman Al-Kharasyi: Boleh merampok harta orang-orang sekuler, serta halal nyawa dan kehormatan mereka
  • Fatwa Syaikh Ibnu Baz: Boleh menghancurkan website/situs seseorang atau lembaga tertentu, mencuri password dan memata-matai email demi dakwah Salafi Wahabi
  • Fatawa Syaikh Bin Baz rahimahullah: Bumi ini tidak berputar, karena akan meruntuhkan akidah Allah turun ke bumi
  • Fatwa Syaikh Ibnu Jibrin: Fatwa jihad terhadap Syi’ah dan wajib melaknat mereka
  • Fatwa Dewan Fatwa Tetap (Lajnah Daimah): Haram menabur bunga di atas makam
  • Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin: Haram belajar Bahasa Inggris
  • Fatwa Syaikh Nashir Al-Fahd: Haram bertepuk tangan, haram ucapan salam dan penghormatan dalam latihan militer
  • Fatwa Syaikh Abdullah An-Najdi: Haram bermain bola sepak
  • Fatwa Syaikh Hamud Ibnu Aqla Asy-Syu’aibi: Halal nyawa dan kehormatan Abdullah Ar-Ruwaisyid, penyanyi Kuwait
  • Fatwa Ulama-ulama Besar Saudi (Haiah Kibar Al-Ulama): Haram game Pokemon dan sejenisnya bagi anak-anak
  • Fatwa Syaikh Utsman Al-Khumais dan Sa’d Al-Ghamidi: Haram penggunaan internet bagi kaum wanita
  • Adam (‘alaihissalam) Bukan Nabi, Bukan Juga Rasul Allah
  • Neraka Tidak Kekal dan Orang-orang Kafir Tidak Diazab Selamanya
  • Talak Istri Ketika Haid Tidak Sah
  • Haram Wanita Mengendarai Mobil
  • Haram Wanita Berbicara di Sisi Lelaki
  • Zikir La Ilaaha Illallah Seribu Kali Sesat dan Musyrik
  • Ziarah Kubur bagi Wanita Dosa Besar
  • Haram Memotong Jenggot, Apalagi Mencukurnya
  • Haram bagi Wanita Mengenakan Pantalon (Celana Panjang)
  • Shalawat Setelah Adzan Dosanya Sama dengan Perzinaan
  • Meletakkan Ranting Pohon di atas Makam Tidak Pernah Disyari’atkan
  • Haram Ziarah ke Makam Rasulullah (shallallahu’alaihi wa sallam)
  • Kalimat Shadaqallahu al-Azhim Bid’ah dan Sesat
  • Lelaki Haram Mengajar Anak Perempuan, dan Perempuan Haram Mengajar Anak Lelaki
  • Muslim/Muslimah yang Tidak Shalat Berjamaah Haram Dinikahi
  • Haram Membangun Menara Masjid
  • Pengumuman tentang Berita Kematian Haram
  • Membaca Al-Qur’an untuk Mayit Haram dan Pelakunya Diazab
  • Ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang dan Ucapan Sejenisnya Berdosa
  • Membaca Bismillahi ar-Rahmani ar-Rahim Secara Lengkap Sesat, Bid’ah dan Tercela
  • Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri/Adha Sesat
  • Haram Mengucapkan Anjuran Wahhidullah (Esakanlah Allah) (dan Laa Ilaaha Ilallah) [Beberapa Kaidah Mengenal Bid’ah]
  • Haram Membawa Jenazah dengan Mobil Jenazah/ Ambulan
  • Haram Berbahasa Asing Selain Arab
  • Haram Wanita Bepergian Sendiri Meskipun Aman
  • Haram Wanita Pakai Baju Abaya (Longdress)
  • Haram Menggunakan Tasbih (Subhah)

Kerancuan Konsep & Manhaj Salafi Wahabi, Benarkah?

1. Penisbatan Kata “Salafi” Tidak Benar & Rancu

Dalil-dalil Kewajiban Mengikuti Pemahaman Salaf

  • Dalil Al-Qur’an
  • Dalil As-Sunnah
  • Ijma’ Ulama

Jawaban Atas Kerancuan (Syubhat)

  • Syubhat Pertama: Allah Ta’ala Memerintahkan untuk Mengembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah bukan kepada Pemahaman Salaf
  • Syubhat Kedua: Setiap Muslim yang Memenuhi Syarat Dalam Memahami Teks Agama Tidak Harus Mengikuti Pemahaman Salaf
  • Syubhat Ketiga: Salaf Berbeda dalam Berbagai Masalah, Salaf Mana yang akan Diikuti?
  • Syubhat Keempat: Mengikuti Salaf berarti Menyelisihi Mayoritas Umat (As-Sawadul A’zhom)

2. Tidak Ada yang Namanya Mazhab Salaf, Benarkah?

  • 1) Al-Qur’an Makhluk atau Bukan? [Ulama sepakat Al-Qur’an adalah kalamullah dan bukan makhluk, tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini]
  • 2) Masalah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam Melihat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Ketika Isra Mi’raj
  • 3) Persoalan Melihat Allah pada Hari Kiamat
  • 4) Masalah Timbangan Hari Akhirat
  • 5) Perbedaan dalam Takwil dan Tafwidh
  • 6) Perbedaan tentang Sahabat yang Paling Afdhal

3. Apa yang Salah dengan Slogan “Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah”?

4. Mengkritisi Klaim “Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah”

5. Kesamaan Salafi dengan Khawarij

Fatwa Ulama Salafi tentang Aksi Teroris Khawarij

Nasihat kepada Teroris Khawarij

Penutup

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Manhaj. Tandai permalink.

23 Balasan ke Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

  1. abuahmadsiraj berkata:

    Baarakallaahu fiikum, yaa ustadz.

  2. Alhamdulillaah, Semoga dengan buku bantahan ilmiyyah ini bisa membongkar syubhat-syubhat & kebathilan para penentang dakwah Salafiyyah-Ahlussunnah wal jama’ah.

    • indah berkata:

      APAKAH ANDA TERBENTUR DENGAN HADIS INI? INILAH PEGANGAN SAYA DALAM BERISLAM:

      إِن أمتِي لاَ تَجْتَمِع عَلَى ضَلَالَة، فَإِذا رَأَيْتُمْ الِاخْتِلَاف فَعَلَيْكُم بِالسَّوَادِ الْأَعْظَم. (رواه الحاكم وابن ماجة ووثقه أحمد وابن المديني ودحيم)

      “Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) dalam kesesatan. Jika Kalian melihat banyak perbedaan, maka kalian harus mengikuti as-Sawad al-A’zham (kelompok ulama terbesar/mayoritas).” (HR. Hakim, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Ahmad, Ibnu Mudaini dan Duhaim. Hadis Marfu’ dari Anas ibnu malik)

      Nabi Saw. menyatakan, “Lan tadhillû ummatî ‘alâ khatha`in (umatku –secara mayoritas– tidak akan tersesat dalam kesalahan). (HR. Ahmad, Tirmidzi, Thabarani dan lainnya). Dalam redaksi yang lain beliau juga bersabda:

      سَأَلْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لاَ يَجْمَعَ أُمَّتِى عَلَى ضَلاَلَةٍ فَأَعْطَانِيهَا. (رواه أحمد والترمذي والطبراني والحيثمي بسند صحيح)

      “Aku meminta kepada Allah azza wa jalla agar tidak menjadikan (mayoritas) umatku berkumpul dalam kesesatan, maka Allah pun mengabulkannya.” (HR. Ahmad, ath-Thabarani, al-Haitsami dan yang lainnya dengan sanad shahih)

      لاَ يَجْمَعُ اللهُ أُمَّتِيْ عَلَى ضَلَالَةٍ أَبَدًا وَيَدُ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَة هَكَذَا فَاتَّبِعُوا السَّوَادَ الْأَعْظَم فَإِنَّهُ مَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ. (رواه الترمذي والحاكم والطبراني بسيد صحيح وووثقه الذهبي في التلخيص)

      “Umatku tidak akan berkumpul dalam kesesatan, dan tangan Allah –yakni rahmat Allah, pen.– bersama jamaah) (HR. Tirmidzi, Hakim, Thabarani dan yang lainnya dengan sanad Shahih. Juga dishahihkan oleh adz-Dzahabi dalam at-Talkhish).”

      Sebagaimana beliau Saw. juga telah bersabda:

      “إِنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ رَأَيْتُمُوهُ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ أَوْ يُرِيدُ يُفَرِّقُ أَمْرَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَائِنًا مَنْ كَانَ فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّ يَدَ اللَّهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ يَرْكُضُ.” (رواه مسلم والنسائي وأبو داود والحاكم وأحمد وغيرهم)

      “Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jama’ah (mayoritas umat Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad yang itu nyata terjadi (bukan fitnah), maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah bersama jama’ah. Sesungguhnya setan berlari bersama orang yang memisahkan diri dari jama’ah” (HR. Muslim, an-Nasa`i, Abu Daud, al-Baihaqi, Ahmad, al-Hakim dan ath-Thabarani)

      • nasihatonline berkata:

        Walhamdulillah kerancuan (syubhat) ini telah kami bahas dalam buku SATK hal. 190-193 cetakan kedua, berikut kutipannya:

        Syubhat Keempat: Mengikuti Salaf berarti Menyelisihi Mayoritas Umat (As-Sawadul A’zhom)

        Kebingungan lain yang menimpa saudara Idahram, ketika dia mendapati pendapat-pendapat Salafi banyak yang tidak sesuai dengan mayoritas umat ini (as-sawad al-a’zham, menurutnya) seperti diisyaratkannya (pada Sejarah Berdarah, hal. 209). Nampaknya isyarat yang dimaksud adalah sebuah hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam -atau yang semakna dengannya- yang berbunyi:

        ما كان الله ليجمع هذه الأمة على الضلالة أبدا , ويد الله على الجماعة هكذا فعليكم بالسواد الأعظم فإنه من شذ شذ في النار

        “Allah Ta’ala tidak akan menyatukan umat ini di atas kesesatan selamanya, dan tangan Allah bersama al-jama’ah, demikianlah, maka hendaklah kalian mengikuti as-sawadul a’zhom, karena sesungguhnya barangsiapa yang menyendiri, maka dia akan menyendiri di neraka.”

        Jawaban:

        Pertama: Makna al-jama’ah atau as-sawadul a’zhom memang secara bahasa berarti sekelompok orang atau mayoritasnya. Akan tetapi menurut syari’at, tidak selamanya bermakna demikian. Sebab, jika kenyataannya mayoritas umat berada di atas kesalahan maka tidak boleh kita ikuti, karena sudah dimaklumi bahwa kebenaran itu tidak didasarkan pada suara mayoritas, tetapi kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, kalau kita berprinsip kebenaran itu jika diikuti oleh mayoritas, maka apa bedanya dengan prinsip demokrasi yang berasal dari orang-orang kafir. Oleh karena itu, ketika menjelaskan makna al-jama’ah, sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan,

        “Sesungguhnya mayoritas manusia menyelisihi al-jama’ah (persatuan), dan persatuan (al-jama’ah) itu adalah apa yang sesuai dengan kebenaran walaupun engkau seorang diri.”

        Kedua: Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan hal tersebut ketika beliau menjadi gubernur di Kufah, ketika sangat banyak orang masuk Islam setelah banyaknya futuhaat (penaklukan), setelah kematian Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu. Beliau tidak mengatakannya di zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, itu maknanya apa? Jawabannya adalah, zaman telah berubah, sahabat tidak lagi mayoritas, ahlul bid’ah bermunculan, sehingga beliau mengatakan, “Sesungguhnya mayoritas manusia menyelisihi al-jama’ah (persatuan).” Tidak mungkin beliau mengatakan demikian jika sahabat masih mayoritas.

        Ketiga: Jadi, mengikuti mayoritas umat dapat dibenarkan apabila di zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam atau masa awal sahabat, maka maksud hadits di atas justru semakin memperkuat kewajiban mengikuti manhaj Salaf. Sebab, sepeninggal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, zaman pun berganti, sahabat semakin sedikit, jadilah mereka minoritas, dan bid’ah semakin bermunculan. Di zaman sahabat bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pernah ada yang disebut Khawarij, Syi’ah, Qadariyah, Jahmiyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyyah, Tasawuf/Sufiyah/Mutasawwifin dan lain-lain. Kelompok-kelompok bid’ah ini muncul sepeninggal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kecuali Khawarij benihnya saja yang ada di zaman beliau, adapun secara kelompok baru ada di zaman Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu. Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa diingkari.

        Keempat: Kenyataan ini bukan sekedar realita sejarah, tapi memang didukung oleh dalil-dalil, bahwa sepeninggal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kelompok yang benar akan menjadi minoritas, sedangkan mayoritas umat berada di atas kesesatan, perbandingannya adalah 1 banding 72, sehingga orang yang benar-benar menjalankan syari’ah Islam (baca: mengikuti Salaf) menjadi terasing. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

        و تفترق أمتي على ثلاث و سبعين ملة كلهم في النار إلا ملة واحدة ما أنا عليه و أصحابي

        “Dan akan berpecah ummatku menjadi 73 millah, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu yang mengikuti aku dan para sahabatku.” [HR. Tirmidzi]

        Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

        بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

        “Islam datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali terasing sebagaimana ia datang, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.” [HR. Muslim]

        Inilah kenyataan umat sepeninggal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, walaupun mereka mengklaim mengikuti imam-imam mazhab (Sejarah Berdarah, hal. 212), namun realitanya tidak seperti itu, imam-imam mazhab berada di satu lembah dan mereka berada di lembah yang lain. Walhamdulillah, dalam kondisi umat seperti ini masih ada yang berusaha mengajak mereka untuk kembali mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat, agar jangan termasuk ke dalam 72 golongan yang sesat. Sayangnya, sebagian umat malah menentang ketika dijelaskan bid’ah-bid’ah mereka, lalu sebagian mereka berlaku tidak adil dengan menebar dusta dan fitnah, segala cara mereka tempuh, asalkan Salafi menjadi jelek di mata umat, dan bid’ah-bid’ah mereka tetap lestari.

  3. Vakhruddin berkata:

    Kapan terbitx ustadz?
    Walhamdulillah.

  4. Abu Fachry berkata:

    Bismillah.
    ditunggu peluncuran buku’y
    baarokallohu fiikum

  5. zulhaidir berkata:

    Jazakumullahu khoiran ustadz.

  6. Fajar Sodiq berkata:

    Semoga bukunya segera terbit,dan bisa didapatkan diseluruh kota di Indonesia, Jazakumullahu khoiran

  7. achiep berkata:

    kapan nech bukunya terbit Pak Ustadz?… semoga lancar… semgoga mereka yang suka memojokan dan tidak mengerti mau membuka hatinya…. untuk menerima kebenaran, cari kebenaran bukan pembenaran. semoga Ustadz diberi pertolongan oleh Allah untuk segera menjawab secara ilmiiah dengan data-data yang valid buku-buku yang lainnya (yAnG kAdAnG KaLA BIKIN PUSING yang aWam Spt sAya) Alhamdulillah…

  8. abu SAWAH berkata:

    FAKTA Adalah fakta…. ahli sejarah pun berkata seperti buku itu….

    ini BUKU yang wajib di baca…di pahami dan di warisi ke anak cucu

  9. ilham syah berkata:

    Assalamualaikum,
    afwan, kalo bisa dibuat juga buku bantahan ilmiah terhadap buku yg berjudul Argumen Ahlussunnah Wal Jama’ah: Jawaban Tuntas Terhadap Tudingan Bid’ah dan Sesat karya Abu Abdillah. Dari buku ini dituliskan berupa harapan2 dan kesimpulan para pembaca bahwa: 1.ternyata tabarruk, tawassul, istighatsah, ziarah kubur, memakai hirz adalah amalan para ulama Salaf, 2.ternyata beberapa tradisi yang dianggap menyalahi sunnah, sebaliknya sesuai dengan sunnah, 3. ternyata beberapa amalan yg selama ini umum kita lakukan ada dasar dan dalilnya, 4.ternyata tidak semua bid’ah itu sesat. Ini hanya saran saja untuk para du’at pengusung dakwah Salafiyyah di Indonesia. Syukran jiddan

  10. barokallohu fik ya ustad…

  11. Ibnu Badar berkata:

    alhamdulillah..
    Apakah sdh terbit ustadz?..
    Harganya brp ustadz?..

  12. anshor berkata:

    Barokalloh, lebih banyak lagi diterbitkan buku buku semacam ini. Sudah saatnya umat ini mengetahui lebih banyak tentang Salafi.

  13. abu haya berkata:

    afwan ustadz…untuk file format mp3 nya kalo bisa d compres dulu,agar lebih cpat untuk di download…qodaruloh,lama d downloadnya…barokallohufiikum

  14. abbas alfaruq berkata:

    ALHAMDULILLAH…………..
    INDAHNYA ISLAM INI, BILA KITA HIAS DENGAN ILMU DAN AMAL SHOHIH………

  15. tolchah berkata:

    saya berharap semoga ummat dalam menyikapi perbedaan dengan hati yang lapang, jangan sampai dimanfaatkan musuh islam untuk memperkerruh suasana. ada indikasi musuh islam ingin membenturkan nu dengan salafy,

    • Atzar berkata:

      —–>>>> TOLCHAH
      Sudah sunatullah, islam akan dan telah di hancurkan oleh orang islam iTu sendiri dengan memulai perkara2 baru yg tidak asalnya dalam islam dan secara bersamaan sekelompok kecil orang islam mati 2 an membela kemurnian islam.

  16. Al kautsar Institute berkata:

    Melalui Almukharom Syaikh Idahram yang disetujui oleh Ketua PB NU kini warga NU tahu bahwa Islam yang diparktekkan di teritori Arab Saudi modern baik oleh pemerintah,ulama dan rakyatnya banyak yang bidah atau malah cenderung mendekati kafir walaupun belum kafir. Oleh karena itu seyogyanya PB NU mengeluarkan fatwa haram untuk belajar/kuliah di madrasah/universitas di seluruh wilayah Saudi (walaupun hanya tergiur oleh bea siswa belaka), karena guru/dosennya berpaham wahabi yang buruk itu. Dan yang telah lulus agar mengembalikan ijazah/gelar karena sia-sia menyimpan barang syubhat tersebut. Ini penting mengingat bayak warga NU yang kuliah di Saudi. PB NU harus menyelamatkan warganya dari cengkeraman Wahabi.

  17. Bismillah, memang beda komentar dengan ilmu syariat (al Qur`an dan Sunnah Rasulullah shalallahu `alaihi wassalam dengan pemahaman salafussoleh) dengan komentar orang tanpa ilmu syariat dengan hawa nafsunya…. semoga Alloh ta`ala memberikan hidayah kepada para pembaca ….aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s